Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry, Banda Aceh, Prof Mujiburrahman menyebutkan dari 59 program studi di perguruan tinggi tersebut 39 di antaranya telah meraih predikat akreditasi unggul.
“Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan daya saing institusi melalui penguatan mutu akademik,” katanya di Banda Aceh.
Ia menjelaskan akreditasi unggul ini bukan sekadar peningkatan status, tetapi menunjukkan bahwa proses pendidikan, tata kelola, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan lembaga akreditasi.
Ia juga sangat mengapresiasi Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh telah meraih predikat akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK).
Predikat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Dewan Eksekutif LAMSPAK Nomor 224/AK.03.05/2026 tertanggal 28 Juli 2026. Berdasarkan sertifikat akreditasi yang diterbitkan LAMSPAK, status Akreditasi Unggul berlaku sejak 12 Mei 2026 hingga 12 Mei 2031.
“Capaian tersebut menjadi indikator penguatan budaya mutu di lingkungan kampus, khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kerja seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga para mitra yang berkontribusi dalam proses peningkatan kualitas program studi.
Mujiburrahman berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh program studi di lingkungan UIN Ar-Raniry untuk terus memperkuat kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta memperluas jejaring kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry Teuku Zulyadi MKesos PhD mengatakan predikat Akreditasi Unggul menjadi tonggak penting bagi program studi yang baru berdiri dalam beberapa tahun terakhir.
“Program Studi Kesejahteraan Sosial memperoleh izin pendirian pada 2018. Dua tahun kemudian, program studi ini mendapatkan akreditasi perdana dengan peringkat Baik. Pada 2026, kami berhasil meningkatkan status akreditasi langsung menjadi Unggul,” ujar Zulyadi.
