Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Seorang guru mengaji di Gampong Tanjong Tok Blang, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Salbiah (53), berjuang melawan penyakit tumor yang dideritanya.
Camat Julok Muhammad Ishak di Aceh Timur, Senin, mengatakan kondisinya yang memprihatinkan mendapat perhatian cepat dari Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.
“Bupati Aceh Timur menginstruksikan jajaran pemerintah setempat untuk memastikan penanganan terhadap pasien,” kata Muhammad Ishak.
Sebagai tindak lanjut, Muhammad Ishak bersama Ketua APDESI Kecamatan Julok Darwin menjenguk Salbiah yang terbaring lemah di rumah orang tuanya di Gampong Lhok Seuntang, Kecamatan Julok.
Sebelumnya, Salbiah sempat menjalani perawatan selama sepekan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Namun, karena keterbatasan ekonomi dan biaya pendampingan selama menjalani pengobatan, pihak keluarga memutuskan membawa pulang Salbiah.
Saat dijenguk, kondisi Salbiah masih memprihatinkan. Selang makan dan minum yang dipasang oleh tenaga medis di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh masih terpasang.
Muhammad Ishak mengatakan awalnya rombongan berencana menjenguk Salbiah di kediamannya di Gampong Tanjong Tok Blang. Namun setelah mendapat informasi bahwa pasien dibawa ke rumah orang tuanya, rombongan langsung menuju di Gampong Lhok Seuntang.
Kondisinya, kata dia, belum pulih dan masih membutuhkan tindakan medis lanjutan, terutama untuk memastikan apakah tumor yang dideritanya bersifat ganas atau tidak.
“Saat ini keluarga masih bermusyawarah, apakah akan kembali dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh atau ke RSUP Adam Malik Medan,” kata Muhammad Ishak.
Ia menambahkan perkembangan kondisi Salbiah telah dilaporkan kepada Bupati Aceh Timur.
“Bapak Bupati merespons dengan cepat laporan yang kami sampaikan. Hasil musyawarah keluarga mengenai langkah penanganan selanjutnya juga akan kami teruskan kepada beliau,” ujarnya.
Menurut Muhammad Ishak, perhatian pemerintah daerah diharapkan dapat membantu keluarga memperoleh penanganan terbaik bagi Salbiah, mengingat kondisi ekonomi menjadi kendala dalam proses pengobatan.
“Kunjungan tersebut disambut hangat oleh keluarga. Sebelum meninggalkan lokasi, kami menyempatkan diri memberikan doa dan semangat kepada Salbiah agar segera diberikan kesembuhan,” kata Muhammad Ishak.
