Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan menyatakan tim Manggala Agni membuat embung sebagai sumber air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Selatan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis, mengatakan tim pemadam mulai terkendala sumber air.
“Sumber air di beberapa kanal mulai kering. Tim menggunakan alat berat di lokasi membersihkan kanal serta membuat embung sebagai sumber air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Selatan,” katanya.
Sebelumnya , seluas 20 hektare lahan dan hutan di kawasan Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, terbakar. Kebakaran yang terjadi pada Senin (6/7) dan kini lahan yang terbakar meluas mencapai 25 hektare.
Ferdian Krisnanto mengatakan pihaknya mengirim satu regu Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit guna memadamkan api yang membakar kawasan hutan tersebut.
Selain itu, kata dia, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera juga menyiagakan satu regu lainnya jika diperlukan tambahan personel. Pemadaman juga melibatkan personel Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh serta karyawan perusahaan perkebunan.
“Lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut dengan fungsi hak guna usaha yang berbatasan dengan kawasan konservasi. Sedangkan tipe kebakaran di permukaan dan bawah lahan. Vegetasi lahan terdiri anakan kayu, semak belukar, tanaman pakis, sawit, dan lainnya,” katanya.
Selain sejumlah kanal mulai kering, kata Ferdian Krisnanto, sumber air juga mulai menjauh dari titik pemadaman. Tim juga berupaya mencari alternatif sumber air lainnya agar tidak terlalu jauh dari titip api yang dipadamkan.
Sedangkan kendala lainnya berupa bahan bakar minyak atau BBM, kata dia, harga BBM untuk pompa maupun kendaraan semakin di atas normal. Apalagi jarak pemadaman semakin jauh ke dalam kawasan hutan.
“Jarak tempat menuju lokasi pemadaman kurang lebih satu jam 20 menit perjalanan dari posko di Kantor CRU Trumon. Tim terus berupaya memaksimalkan kondisi yang ada guna memadamkan api,” kata Ferdian Krisnanto.







