Polres Aceh Barat evakuasi nelayan hilang

Aceh Barat|BidikIndonesia.com – Personel Satuan Polisi Air Udara (Satpolairud) Polres Aceh Barat bersama masyarakat dan nelayan berhasil mengevakuasi Ridwan, seorang nelayan asal Desa Meureubo, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, yang hilang selama beberapa hari di laut lepas.

“Penyelamatan ini merupakan buah dari sinergi solid antara personel Satpolairud Polres Aceh Barat bersama masyarakat nelayan setempat yang bahu-membahu melakukan penyisiran,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan di Aceh Barat, Kamis.

Sebelumnya, Ridwan dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu (4/7) lalu saat melaut seorang diri. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di perairan Ujung Raja, Kabupaten Nagan Raya, pada Selasa (7/7) lalu sehingga kemudian di bawa ke Aceh Barat, dan hingga Kamis korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

Yhogi Hadisetiawan menjelaskan bahwa titik terang keberadaan korban diketahui pada Selasa lalu sekitar pukul 13.00 WIB setelah menerima laporan dari nelayan lain.

Begitu menerima informasi mengenai keberadaan korban di arah selatan perairan Ujung Raja, Kabupaten Nagan Raya, personel Satpolairud langsung bergerak menggunakan Kapal Patroli C2 menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban dan melakukan evakuasi.

Bacaan Lainnya

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati KM Samudera milik Ridwan terombang-ambing di tengah laut. Mesin kapal berukuran 2 GT tersebut mati total akibat kerusakan pada bagian klep yang putus. Selama empat hari terdampar, Ridwan bertahan hidup dengan menurunkan jangkar kapalnya sembari menunggu bantuan datang.

Berdasarkan keterangan korban, ia berangkat melaut seorang diri pada Sabtu (4/7) lalu sekitar pukul 05.00 WIB dari Gampong Padang Seurahet, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat

Pelayaran tersebut merupakan perjalanan perdana Ridwan menggunakan kapal yang baru saja dibelinya.

Petugas mendapati kapal tersebut menggunakan mesin jenis Tiangli 32, yang dikenal memiliki karakter berat saat dinyalakan—bahkan korban kerap meminta bantuan rekan sesama nelayan hanya untuk menghidupkannya. Kerusakan fatal di tengah laut inilah yang membuat korban kehilangan kendali dan tidak bisa kembali ke daratan.

Proses evakuasi dilakukan dengan menarik KM Samudera menggunakan kapal nelayan menuju pangkalan di Gampong Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan. Setibanya di darat, tim medis memastikan Ridwan dalam kondisi sehat sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat aktif. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita rawat,” kata Yhogi.

Polres Aceh Barat mengimbau para nelayan untuk lebih waspada dan tidak mengabaikan aspek keselamatan sebelum memutuskan bertolak ke laut.

“Kami mengingatkan para nelayan agar selalu memeriksa kelayakan kapal dan mesin sebelum berlayar. Pastikan membawa perlengkapan keselamatan, alat komunikasi yang berfungsi, dan selalu informasikan rute pelayaran kepada keluarga atau rekan sesama nelayan. Polres Aceh Barat berkomitmen untuk selalu hadir memberikan respons cepat demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *