Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Musyawarah Besar (Mubes) I Persaudaraan Pidie–Pidie Jaya (PIRA) Banda Aceh berlangsung sukses dan penuh khidmat.
Acara ini digelar di Aula Balai Kota Banda Aceh, Lantai 4 Gedung Mawardi Nurdin.
Kegiatan bersejarah ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan membangun marwah masyarakat asal Pidie dan Pidie Jaya yang kini bermukim di ibu kota Provinsi Aceh.
Mubes I PIRA secara resmi dibuka oleh Prof Hasanuddin Yusuf Adan, yang memberikan wejangan penuh semangat kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Prof. Hasanuddin menegaskan bahwa PIRA harus menjadi wadah yang kuat dalam menjaga nilai kebersamaan, sejarah, dan perjuangan masyarakat Pidie Raya.
“PIRA bukan sekadar organisasi, tapi rumah besar bagi seluruh masyarakat Pidie dan Pidie Jaya yang memiliki marwah dan sejarah panjang dalam perjuangan Aceh.
Kita harus melanjutkan semangat Tgk Daud Beureueh, tokoh besar yang menjadi simbol keberanian dan kehormatan rakyat Pidie,” katanya.
Menurutnya, masyarakat Pidie Raya memiliki karakter yang kuat, tangguh, dan visioner. Bahkan, Pidie juga dikenal di seluruh Aceh, bahkan ke luar daerah.
“Kita memiliki sejarah besar dan semangat kebersamaan yang luar biasa. Hari ini PIRA harus menjadi simbol kebangkitan baru bagi generasi muda Pidie Raya,” lanjutnya.
Prof Hasanuddin berharap agar PIRA terus menjaga semangat persatuan, marwah daerah, dan nilai-nilai perjuangan para leluhur.
“Generasi kita harus punya semangat yang sama seperti para pendahulu.
PIRA hari ini harus menjadi wajah Pidie Raya yang berwibawa, cerdas, dan bermanfaat bagi Aceh dan Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Mubes, M Nur Mahdi, mengatakan bahwa Mubes ini menjadi ajang konsolidasi bagi masyarakat Pidie dan Pidie Jaya yang tinggal di Banda Aceh untuk mempererat jaringan sosial, ekonomi, dan budaya.
“PIRA hadir sebagai wadah silaturahmi sekaligus kolaborasi lintas generasi demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Selain itu, Ketua PIRA Banda Aceh ini juga menegaskan komitmen organisasi untuk terus menjadi jembatan antara masyarakat perantauan dan kampung halaman.
“Kami ingin PIRA hadir membawa manfaat nyata, tidak hanya bagi anggota tapi juga bagi pembangunan Aceh secara luas,” katanya.
Kegiatan Mubes I PIRA turut dihadiri para tokoh masyarakat, akademisi, dan perwakilan dari berbagai kecamatan asal Pidie dan Pidie Jaya.
Suasana penuh keakraban terasa sepanjang acara, menandai kuatnya rasa persaudaraan di antara para peserta.
Sebagai hasil Mubes, forum ini menetapkan 11 tim formatur terdiri dari enam perwakilan dari Pidie dan lima dari Pidie Jaya, yang akan bertugas memilih Ketua PIRA Banda Aceh periode mendatang. (*)







