Mendagri Ungkap Sempat Telepon Bahlil soal Masalah Listrik dan BBM di Aceh

Tanggerang|BidikIndonesia.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap pernah beberapa kali menelepon Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk membahas kendala ketersediaan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) di Aceh Tamiang dan sekitarnya.

“Ya, saya menelepon Pak Bahlil dua minggu lalu setelah saya kembali dari Tamiang karena SPBU tiga-tiganya tutup,” ujar Mendagri Tito Karnavian dalam konferensi pers pelepasan praja IPDN ke Aceh Tamiang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (3/1/2026).

Saat itu, tiga SPBU di Aceh Tamiang tidak bisa beroperasi karena kehabisan BBM dan tangki penyimpanannya rusak.

Sementara, ketika mengadakan rapat koordinasi di Aceh Tamiang, listrik sempat mati ketika yang dipimpinnya baru berjalan selama 30 menit.

“Listrik ya, saya 30 menit baru rapat langsung mati, kan,” kata Tito.

Bacaan Lainnya

Pada kunjungannya itu, Tito sempat melakukan pengecekan di lapangan.

Ia menemukan, banyak tower dan tiang listrik yang tumbang usai diterjang banjir dan longsor.

Kerusakan infrastruktur pendukung ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, tetapi merambat hingga ke banyak kabupaten.

“Saya masuk ke Langkahan, Aceh Utara, itu mungkin setiap 100 meter, itu ada tiang listrik yang dari kayu. Bisa dibayangkan tidak kalau seandainya itu sebagian besar tumbang di kampung-kampung.Dua jam dari Kota Lhokseumawe menuju ke Langkahan itu, Aceh Utara, sepanjang jalan (durasi tempuh) 2 jam, itu sebagian tumbang,” kata Tito.

Kerusakan tak bisa diselesaikan sekejap

Kerusakan masif ini dinilai tidak bisa diselesaikan dalam sekejap, tetapi perlu proses yang cukup lama.

“Saya yakin tidak akan bisa untuk satu hari, dua hari, tiga hari menyelesaikan itu. Karena lokasinya memang dalam, lokasinya terpencil ya aksesnya juga tidak gampang,” katanya.

Tito mengatakan, jaringan listrik di lokasi tersebut juga tidak bisa langsung dinyalakan karena kabel masuk ke air sehingga berpotensi menyebabkan korsleting.

Kabar baiknya, dua hari lalu, sutet listrik yang tadinya roboh sudah diperbaiki.

Kendala yang tersisa adalah jaringan listrik yang masuk ke daerah-daerah terpencil.

“Good news-nya adalah semua main line-nya yang sutet-sutet besarnya itu tadinya sutet-nya ada yang roboh juga di dari Arun menuju ke daerah di daerah Bireuen.

Ya, itu roboh tapi saya tahu dengan cepat bisa diperbaiki oleh PLN. Nah, problem-nya adalah yang tadi yang menuju daerah-daerah kecil,” imbuh Tito.

Adapun, stok BBM di sekitar Aceh dikatakan sudah tersedia.

Ketika Tito dan Presiden Prabowo memeriksa di lapangan, antrean warga sudah tidak begitu mengular.

“Kemarin waktu saya datang dua hari lalu dengan Bapak Presiden alhamdulillah tiga-tiga SPBU-nya (di Aceh Tamiang) semua sudah on semua sudah aktif semua dan biasanya panjang antre-nya, kemarin tidak,” kata Tito lagi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *