Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Aksi tegas kembali ditunjukkan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.
Meski malam sudah larut, ia kembali turun langsung ke lapangan memimpin pembongkaran baliho dan tiang reklame ilegal yang selama ini merusak wajah kota.
Didampingi Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah dan sejumlah pejabat penting lainnya, pembongkaran dilakukan di kawasan Simpang Mesra.
Baliho-baliho yang berdiri tanpa izin resmi dari pemerintah kota tak luput dari sasaran.
“Tak ada ampun bagi pelanggar,” tegas Illiza saat menyaksikan tim gabungan mulai menurunkan satu per satu tiang reklame tak berizin itu.
Operasi Tengah Malam, Demi Keindahan Kota
Aksi pembongkaran dilakukan sekitar pukul 23.00 WIB, saat sebagian besar warga sudah bersiap istirahat.
Namun bagi pemimpin kota yang satu ini, menjaga estetika Banda Aceh adalah prioritas yang tak mengenal waktu.
Dalam rombongan, turut hadir Wakil Ketua DPRK Daniel Abdul Wahab, Pj Sekda Jalaluddin, para Asisten Sekda, serta kepala dinas terkait seperti Satpol PP/WH, PUPR, DLHK3, Dishub, dan DPMPTSP. Tim gabungan ini bahu membahu melakukan eksekusi di lapangan.
“Kalau menunggu semua pengusaha reklame sadar, bisa-bisa kota ini keburu jadi hutan besi tua,” ujar salah satu petugas dengan nada satir, menggambarkan betapa seriusnya permasalahan baliho liar di Banda Aceh.
Tak Sekadar Estetika, Tapi Juga Ketertiban
Wali Kota Illiza dengan tegas menyebut bahwa pembongkaran ini bukan semata-mata soal estetika kota, tapi juga soal ketertiban dan keadilan dalam berusaha.
Banyak pengusaha reklame yang patuh, membayar izin dan mengikuti aturan.
Namun sayangnya, masih ada yang “main belakang” dengan memasang baliho tanpa izin resmi.
“Ini bentuk ketidakadilan juga bagi pengusaha yang taat aturan.
Kami tidak akan mentolerir yang melanggar. Kalau tidak ada izin, ya kami bongkar. Titik,” tegasnya.
liza juga menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar gertakan pemerintah, melainkan komitmen jangka panjang.
Ia tak ingin Banda Aceh kehilangan identitasnya sebagai kota Islami yang bersih, tertib, dan nyaman.
Komitmen Tegas, Meski Tak Mudah
Bukan hal mudah membongkar baliho ilegal, apalagi jika pemasangnya adalah pihak-pihak yang memiliki kekuatan ekonomi atau koneksi politik.
Namun, Illiza menegaskan bahwa pemerintahannya tak akan pandang bulu.
“Insya Allah kami akan terus berkomitmen. Meski berat, ini harus dilakukan demi Banda Aceh yang lebih tertib dan nyaman,” ujarnya sambil memantau pembongkaran.
Ia juga mengajak para pelaku usaha reklame untuk tidak sekadar memikirkan profit, tetapi juga memikirkan dampak visual dan tata ruang kota.
“Kita hidup di kota yang punya aturan. Kalau mau pasang reklame, ikuti prosedur, jangan seenaknya sendiri,” tambahnya.
Imbauan Keras untuk Pengusaha Reklame
Tak lupa, Illiza menyampaikan imbauan keras kepada seluruh pengusaha baliho dan reklame di Banda Aceh agar mengecek ulang izin masing-masing. Pemerintah Kota, melalui dinas perizinan dan penertiban, akan melakukan sweeping berkala terhadap reklame tak berizin.
“Kalau ada baliho yang tidak punya izin, jangan harap bisa bertahan lama. Kita akan turun langsung dan eksekusi,” ujarnya, kali ini dengan nada lebih tegas.
Menurutnya, jika semua pengusaha disiplin dan taat aturan, tak perlu ada pembongkaran seperti ini.
Tapi realita di lapangan berbeda. Karena itu, pihaknya merasa perlu untuk turun tangan sendiri agar tak ada celah toleransi yang bisa dimanfaatkan.







