23 penerima beasiswa vokasi Baitul Mal Aceh mulai bekerja di luar negeri

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Sebanyak 23 penerima program beasiswa vokasi Baitul Mal Aceh (BMA) bekerjasama dengan International Tourism College (ITC) Aceh telah bekerja di sejumlah hotel berbintang dan restoran di Malaysia sembari melanjutkan pendidikan di negeri jiran tersebut.

“Alhamdulillah, anak-anak kita tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mendapat kesempatan bekerja di industri perhotelan Malaysia. Ini menjadi pengalaman penting untuk membangun kompetensi dan masa depan mereka,” kata Direktur ITC Aceh, Muhammad Nasir, di Banda Aceh, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Muhammad Nasir usai berkunjung ke Baitul Mal Aceh untuk melaporkan pelaksanaan program pendidikan vokasi perhotelan hasil kerja sama BMA dan ITC Aceh, sekaligus membahas evaluasi dan keberlanjutan program.

Sebagai informasi, program tersebut sudah berjalan tiga periode, pertama pada 2021-2022 diikuti 17 mahasiswa, kedua 2023-2024 sebanyak 19 mahasiswa, dan periode ketiga 2025-2026, tercatat 39 mahasiswa menjadi penerima manfaat beasiswa BMA.

Muhammad Nasir mengatakan, program tersebut bertujuan menyiapkan sumber daya manusia Aceh yang memiliki kompetensi di bidang pariwisata dan perhotelan serta mampu bersaing di dunia kerja.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 23 mahasiswa kini bekerja di sejumlah hotel dan restoran, antara lain Tune Aeropolis Sepang, Tune KLIA Sepang, TP Golf Resort Johor, Palm Seremban, Ruma Hotel Kuala Lumpur, serta JP&CO Sunway Pyramid dan Putrajaya. Sebagian lainnya bekerja di Restaurant Muffin Seremban dan Restaurant Bangkok Wok Seremban.

Dalam pertemuan itu, BMA dan ITC juga mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya serta membahas mekanisme seleksi penerima beasiswa ke depan agar lebih tepat sasaran.

Kedepannya, penerima manfaat dapat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga korban konflik, terdampak musibah, serta mereka yang memiliki kemauan kuat untuk belajar.

“Terima kasih kepada BMA yang selama ini terus mendukung kebutuhan pendidikan mereka,” ujar Muhammad Nasir.

Sementara itu, Ketua BMA, Tgk Muhammad Yunus menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan program dari dana zakat, infak dan sedekah yang dikumpulkan Baitul Mal Aceh tersebut.

Menurutnya, suksesnya para penerima beasiswa hingga mampu bekerja di Malaysia menjadi bukti bahwa zakat dan infak yang dikelola BMA memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.

“Kami sangat bersyukur dan bangga, ini menunjukkan bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pendidikan, tetapi mampu membuka jalan bagi masa depan mereka,” katanya.

Dirinya berharap, para alumni terus berprestasi dan menjaga nama baik Aceh. Setelah sukses dan memiliki penghasilan, mereka juga diharapkan kembali berbagi melalui zakat, infak, atau sedekah sesuai kemampuan.

“Dulu mereka dibantu, setelah berhasil diharapkan membantu pula orang lain. Dengan begitu, manfaat beasiswa ini akan terus berputar dan semakin banyak anak Aceh yang mendapat kesempatan mengubah masa depannya,” demikian Tgk Muhammad Yunus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *