Aceh Barat|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) resmi membuka pendaftaran program magang sekaligus penempatan kerja ke Jepang.
“Sampai pukul 17.00 WIB hari ini, sudah mencapai 122 pendaftar yang menyerahkan berkas lengkap,” kata Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Distransnaker Kabupaten Aceh Barat, Aryo Broto Seno.
Ia menjelaskan, program ini bukan hanya sebatas pemagang biasa, melainkan juga membuka jalur untuk langsung bekerja di Jepang.
“Kami perlu luruskan bahwa ini adalah program magang dan kerja, jadi ada dua jalur yang dibuka,” ujar Aryo.
Memasuki hari kedua pendaftaran, antusiasme masyarakat tercatat sangat tinggi dengan jumlah berkas yang masuk mencapai 122 pendaftar, dan jumlah pendaftar diperkirakan akan semakin bertambah setiap harinya.
Aryo menambahkan, para peserta yang lolos seleksi awal akan menjalani pelatihan bahasa Jepang selama tiga bulan terlebih dahulu sebelum diberangkatkan.
Kendati demikian, bagi pendaftar yang sudah memiliki sertifikat kemampuan bahasa (N4) dan Specified Skilled Worker (SSW), pihak dinas akan langsung mengarahkan mereka ke dalam antrean pemberangkatan kerja.
“Dari seratusan pendaftar, baru satu orang yang sudah memiliki sertifikat N4 dan SSW. Oleh karena itu, Pemkab hadir memberikan ‘SIM’ terlebih dahulu berupa kursus bahasa dan sertifikasi kerja agar peserta siap bersaing,” jelasnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Bupati Aceh Barat Tarmizi tetap berkomitmen mengalokasikan anggaran untuk menyaring 50 peserta.
Kuota tersebut dibagi menjadi dua skema yaitu kuota tanggungan pemerintah daerah sebanyak 30 orang, yaitu seluruh biaya pelatihan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah, mencakup fasilitas modul, konsumsi, seragam/baju, hingga pemeriksaan kesehatan (Medical Check-Up/MCU) gratis.
Sedangkan untuk kuota mandiri, peserta mendapatkan fasilitas pelatihan bahasa Jepang gratis selama 3 bulan, namun biaya operasional pribadi lainnya ditanggung secara mandiri.
Aryo Broto Seno menjelaskan, proses pendaftaran program ini dibuka hingga Jumat, 25 September 2026, dan selanjutnya, tahapan seleksi akan berlangsung ketat dengan jadwal seleksi administrasi, psikotes dan wawancara.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap program kerja dan magang ke Jepang ini, nantinya menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan ekonomi daerah.
Dengan etos kerja, penguasaan teknologi, dan standar gaji yang tinggi di Jepang, para alumni program ini diproyeksikan dapat menjadi penggerak ekonomi baru saat kembali ke Aceh Barat, demikian Aryo Broto Seno.

