Banda Aceh|BidikIndonesia.com — Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyebutkan, saat ini Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) bersama Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), masih membahas hasil evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2026.
Menurut MTA, pembahasan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti sejumlah poin evaluasi yang disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu.
“(Evaluasi APBA 2026 ) masih sedang dalam pembahasan TAPA dan Dewan untuk tinjut poin-poin evaluasi dari Kemendagri. Masih berproses,” kata MTA, Rabu (21/1/2026).
MTA menjelaskan, secara substansial evaluasi Kemendagri terhadap APBA 2026 banyak menyoroti perlunya penyesuaian kebijakan anggaran dengan kondisi kebencanaan yang terjadi di Aceh.
Menurutnya, sejumlah program yang telah direncanakan sebelumnya dinilai tidak lagi relevan akibat dampak bencana, sehingga perlu dilakukan penyesuaian agar anggaran lebih tepat sasaran.
“(Poin-poin yang dievaluasi) secara substansial berkisar pada penyesuaian dengan kebencanaan.
Misalnya ada program-program yang sudah tidak relevan akibat bencana, maka hal-hal seperti ini yang sedang dibahas bersama dewan,” jelasnya.
Penyesuaian alokasi anggaran dengan kondisi bencana
Sebelumnya, MTA menyampaikan, bahwa salah satu fokus utama yang menjadi perhatian dalam pembahasan evaluasi APBA 2026 adalah penyesuaian alokasi anggaran dengan kondisi bencana yang saat ini masih terjadi di sejumlah wilayah Aceh.
Ia menekankan, bahwa Pemerintah Aceh terus melakukan berbagai langkah pemulihan pascabencana dengan supervisi ekstra dari Pemerintah Pusat.
Upaya tersebut mencakup percepatan pemulihan ekonomi, perbaikan infrastruktur, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Bahkan, kata MTA, Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, dalam berbagai kesempatan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dan berkolaborasi demi percepatan pemulihan daerah
“Dari berbagai kesempatan Gubernur selalu berharap agar semua komponen dan masyarakat agar tetap bersatu, berkaloborasi demi Aceh segera pulih, bangkit dari bencana ini,” jelasnya.







