Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh berkomitmen untuk mengembangkan wisata halal di daerah setempat lewat pembinaan dan promosi guna meningkatkan kunjungan wisata ke provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
“Kami terus berupaya mempromosikan terkait pariwisata ramah muslim di Aceh melalui seminar atau narasumber dalam berbagai kegiatan, baik itu lokal, regional, nasional hingga internasional,” kata Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata & Ekonomi Kreatif pada Disbudpar Aceh Ismail, di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan, untuk mendukung wisata halal, pihaknya juga memprioritaskan penggunaan hotel atau penyedia makanan yang sudah bersertifikasi halal dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan di berbagai tingkatan.
“Penggunaan usaha yang telah bersertifikasi halal ini merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan layanan yang aman, nyaman dan berstandar kepada seluruh tamu yang datang ke Aceh,” katanya.
Menurut dia, penggunaan fasilitas yang sudah bersertifikasi tersebut, juga bagian dari upaya mendorong agar seluruh pelaku usaha melakukan sertifikasi usaha dan produk yang dihasilkan agar bisa bersaing dengan produk lainnya di pasaran.
“Kami juga mewajibkan seluruh peserta pameran sudah bersertifikasi halal. Kita juga terus melakukan pembinaan terutama untuk melakukan sertifikasi halal,” katanya.
Ia menyebutkan berdasarkan data Disbudpar Aceh, jumlah usaha di Aceh tahun 2025 sebanyak 2.335 usaha terdiri atas kafe 1.071 unit, restoran 220 unit dan rumah makan 1.044 unit.
Menurut dia dalam setiap pelatihan kepada pelaku usaha kuliner, Disbudpar Aceh selalu menyisipkan materi tentang sertifikasi halal dengan narasumber berasal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh (LPPOM MPU) Aceh.







