Butuh bantuan, Pemkab Aceh Utara fokus pencarian-penanganan pengungsi

Butuh bantuan, Pemkab Aceh Utara fokus pencarian-penanganan pengungsi

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara menyatakan saat ini fokus melakukan pencarian korban dan evakuasi, serta penanganan pengungsi akibat bencana banjir dan longsor.

“Saat ini kami masih fokus pencarian dan penyelamatan korban serta penanganan pengungsi yang mencapai 115.015 jiwa,” kata Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil dalam keterangan diterima di Banda Aceh.

Ia menyebutkan dari 34.506 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi, terdapat kelompok paling rentan yang membutuhkan penanganan khusus seperti ibu hamil 198 jiwa, balita 1.251 jiwa, lansia 1.687 jiwa, dan penyandang disabilitas 54 jiwa.

Data sementara dari Posko Utama Banjir Aceh Utara, Selasa (2/11) , pukul 23.30 WIB, hingga hari ke-12 sebanyak 121 jiwa dilaporkan meninggal dunia dan 118 dinyatakan hilang akibat banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Utara.

Bupati Ismail A Jalil mengatakan bencana alam tersebut mengakibatkan 34.526 rumah rusak. Kerusakan rumah dan yang berdampak banjir mencapai 163.985 jiwa tersebar di 447 lokasi pengungsian

Bacaan Lainnya

“Data kerusakan juga semakin meningkat seiring berhasil menembus akses ke daerah terisolasi, yang dulunya datanya belum masuk akibat listrik padam, akses jalan dan saluran komunikasi lumpuh total,” kata Bupati Ismail A Jalil.

Ia mengatakan sebanyak 24 puskesmas rusak dan satu rumah sakit rusak, sementara 23 puskesmas pembantu (pustu) dan enam posyandu mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Banjir juga merusak 369 sekolah, 32 masjid, 16 meunasah, dan 211 pondok pesantren (dayah) serta 106 ruas jalan dan 36 jembatan.

“Aceh Utara butuh dukungan semua pihak dengan kerusakan yang begitu dahsyat. Kami ajak seluruh relawan dalam dan luar Aceh agar membantu rakyat Aceh Utara, hingga saat masih ada titik pengungsi yang masih terisolasi dan belum bisa diakses jalur darat,” kata Bupati Ismail A Jalil.

Pihaknya juga meminta untuk distribusi logistik di kirim lewat udara agar masyarakat yang selamat dari bencana banjir tidak meninggal karena kelaparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *