Aceh Selatan|BidikIndonesia.com – Dua musibah menimpa masyarakat Aceh Selatan dalam dua hari terakhir. Jumat malam, 22 Agustus 2025, angin kencang merusak rumah warga di Gampong Kuta Baro, Kecamatan Meukek. Belum reda kabar itu, Sabtu dini hari, 23 Agustus 2025, kebakaran melalap habis sebuah kedai pisang di Gampong Padang Bakau, Kecamatan Labuhanhaji.
“Memasuki musim barat, Aceh Selatan kerap dilanda angin kencang yang berpotensi merusak rumah warga, terutama yang berkonstruksi ringan. Sedangkan penyebab kebakaran kedai pisang di Labuhanhaji masih dalam penyelidikan aparat kepolisian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Zainal kepada AJNN Sabtu, 23 Agustus 2025.
Di Meukek, angin kencang yang disertai hujan deras melanda kawasan sekitar pukul 19.30 WIB. Rumah milik Nuzul Asdi Setiawan (36), seorang guru setempat, rusak parah setelah atap seng terlepas seluruhnya. Bagian dalam rumah pun basah kuyup. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 5 juta.
Tidak ada korban jiwa, tetapi warga sempat panik khawatir angin susulan merobohkan bangunan lain. Laporan cepat dari perangkat desa diteruskan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Damkar 02 Meukek. Aparat bersama warga kemudian mengevakuasi atap yang rusak, sementara gotong royong perbaikan direncanakan setelah cuaca membaik.
Sementara itu, musibah kebakaran di Labuhanhaji terjadi Sabtu dini hari. Kedai pisang yang berdiri di jalur utama Tapaktuan–Banda Aceh ludes terbakar sebelum api berhasil dipadamkan.
Posisi kedai di tepi jalan membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah, khawatir api menjalar ke bangunan lain.
Meski tidak menelan korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah. Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran, termasuk dugaan arus pendek listrik.
BPBD Aceh Selatan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem serta memastikan instalasi listrik rumah tangga aman, agar musibah serupa tidak kembali terulang.***







