Anggota DPRA Iskandar Kritik Pengalihan Kapal AH-1 dan Proyek Irigasi Sigulai

SIMEULUE | Bidikindonesia.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Iskandar, menyoroti terhentinya pembangunan irigasi Sigulai di Kecamatan Simeulue Barat, Kabupaten Simeulue, Aceh. Proyek yang didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) senilai Rp130 miliar dengan realisasi fisik mencapai 80 persen tersebut, menurutnya, perlu segera dilanjutkan. Sabtu (15/11/2025).

Hal ini disampaikan Iskandar kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, usai rapat paripurna penandatanganan berita acara persetujuan KUA PPAS tahun 2026, Ia menekankan bahwa keberadaan proyek irigasi ini sangat penting untuk mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Simeulue.

“Supaya masyarakat bisa berswasembada pangan, kami mohon kiranya proyek itu dilanjutkan,” ujar Iskandar.

Selain masalah irigasi, Iskandar juga menyampaikan keprihatinannya terkait wacana pengalihan kapal Aceh Hebat (AH1) ke Krueng Geukueh, Aceh Utara, untuk rute transportasi Aceh menuju Penang, Malaysia. Menurutnya, pengalihan ini akan berdampak negatif terhadap transportasi di Simeulue. Ia mengusulkan agar Pemerintah Aceh membeli kapal lain untuk rute tersebut, sehingga Kabupaten Simeulue tidak semakin tertinggal.

“Kalau ditarik ke Krueng Geukueh-Penang, maka Simeulue akan tertinggal. Saran kami, ada baiknya dibeli kapal lain oleh Pemerintah Aceh,” tegas politisi dari Partai Golkar ini.

Bacaan Lainnya

Kabupaten Simeulue adalah daerah kepulauan di ujung barat Provinsi Aceh. Transportasi laut, seperti kapal feri, merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat setempat. Pernyataan Iskandar di parlemen Aceh mendapat dukungan luas dari masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Simeulue.(RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *