Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar bersama Forkopimda bergerak cepat untuk mengantisipasi dampak kekeringan lahan pertanian akibat kemarau yang melanda wilayah setempat.
“Pemkab Aceh Besar bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait komit untuk mengambil langkah-langkah strategis demi mencari solusi dalam menanggulangi musibah kekeringan,” kata Bupati Aceh Besar H Muharram Idris, saat memimpin rapat penanggulangan bencana kekeringan di Jantho, Senin.
Ia menjelaskan Pemkab Aceh Besar dan Forkopimda siap hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan solusi kepada masyarakat yang terdampak kekeringan lahan dan pemenuhan air bersih.
“Pemkab Aceh Besar bersama Forkopimda dan OPD akan bekerja ekstra untuk melakukan langkah-langkah cepat dalam penanggulangan bencana kekeringan, termasuk upaya penyediaan air bersih untuk masyarakat dan mencegah gagal panen,” katanya.
Wabup Aceh Besar Syukri menambahkan untuk menangani musibah kekeringan, perlu juga menemui Komunitas Tani di setiap kecamatan agar mudah melakukan koordinasi terkait daerah prioritas yang diperlukan dalam penanganan bencana kekeringan tersebut.
Menurut dia, salah satu solusi lainnya adalah mempersiapkan proses BTT (Belanja Tidak Terduga) untuk bencana kekeringan melalui dana darurat dari APBD yang disiapkan pemerintah daerah guna membiayai kebutuhan mendesak, seperti distribusi air bersih dan pembuatan sumur bor, setelah status tanggap darurat ditetapkan.
Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Imam Munandar, menyebutkan kemarau yang melanda daerah tersebut mengakibatkan seluas 1.206 hektare sawah kekeringan.
“Informasi yang kami himpun dari seluruh petugas di kecamatan ada seribuan hektare sawah terdampak kekeringan dengan kategori ringan, sedang dan berat,” katanya.
Ia merincikan seribuan sawah kekeringan itu terdiri atas berat 80 hektare, sedang 774,89 hektare dan ringan 352 hektare.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Aceh Besar, luas lahan sawah irigasi di daerah tersebut mencapai 14.138 hektare, sedangkan luas lahan sawah tadah hujan mencapai 8.053 hektare.
