Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I bergerak cepat membersihkan material kayu terbawa banjir bandang yang kembali menerjang Kabupaten Aceh Tenggara beberapa waktu lalu.
“Kita langsung bergerak cepat menangani dampak banjir di Aceh Tenggara dengan mengerahkan alat berat,” kata Kepala BWS Sumatera I, Asyari, di Banda Aceh.
Pembersihan dengan pengerahan alat berat eskavator itu untuk membersihkan material kayu yang tersangkut di jembatan Pulo Latong Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara akibat terbawa arus banjir.
Penanganan darurat tersebut dilakukan untuk memperlancar alkes air di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Lawe Bulan, sehingga dapat mencegah banjir luapan.
“Langkah ini kita lakukan untuk membantu memperlancar aliran air, serta mengurangi potensi hambatan akibat tumpukan material di sekitar jembatan,” ujarnya.
Untuk diketahui, bencana banjir kembali melanda Aceh Tenggara pada pertengahan September 2026 ini akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Banjir ini menimpa 11 desa yang tersebar dalam lima kecamatan. Dampaknya, banyak rumah warga terendam lumpur, jembatan, tanggul jebol, akses jalan serta terganggunya fasilitas umum.
Saat ini, kata Asyari, banjir sudah kembali surut, tetapi meninggal kayu-kayu yang harus dibersihkan, sehingga air sungai tidak meluap melewati jembatan.
Ia menegaskan, BWS Sumatera I terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan sebagai bentuk respons cepat dalam menghadapi dampak banjir serta menjaga keselamatan masyarakat.
“Kita akan selalu sigap menghadapi banjir dan terus melakukan penanganan cepat terhadap dampak yang ditimbulkan,” katanya.
Dalam kesempatan ini, dirinya juga menyampaikan bahwa untuk penanganan permanen melalui dana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Tenggara, BWS Sumatera I bakal membangun enam unit Sabo Dam, tanggul pengendalian banjir serta normalisasi sungai.
“Saat ini sedang proses lelang di TPBJK (Tim Pengadaan Barang/Jasa Khusus), tahapan pelaksanaan selama tiga tahun mulai 2026 sampai 2028,” demikian Asyari.

