Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Direktur Utama Perumdam Tirta Daroy Kota Banda Aceh T Novizal Aiyub menyatakan kelestarian hulu Krueng Aceh menjadi kunci utama dalam memenuhi ketersediaan air baku untuk Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.
“Kemarau yang melanda Aceh khususnya Banda Aceh belum berdampak terhadap persediaan air baku. Namun apabila kelestarian hulu tidak terjaga, maka akan berdampak terhadap persediaan air bersih,” katanya di Banda Aceh, Selasa.
Menurut dia, hal yang paling penting dilakukan oleh Pemerintah Aceh dan Aceh Besar adalah memastikan hulu sungai Krueng Aceh tetap lestari dan terbebas dari praktik penambangan.
“Penambangan yang terjadi di hulu tentu akan berdampak terhadap persediaan air baku termasuk kualitas air, apabila dalam penambangan menggunakan bahan kimia,” katanya.
Ia menyebutkan sumber air baku untuk Banda Aceh bersumber dari Krueng Aceh yang saat ini debit airnya masih terjaga di bendungan karet yang berada di kawasan Lambaro, Aceh Besar.
Ia merincikan, Perumdam Tirta Daroy memproduksi air sebanyak 800 liter per detik dengan sebaran pelanggan saat ini mencapai 57 ribu.
Ia menambahkan, untuk persediaan air baku di bendungan karet yang ada saat ini mampu memenuhi kebutuhan air untuk Banda Aceh dan Aceh Besar.
Pihaknya juga terus melakukan berbagai langkah antisipatif guna memastikan distribusi kebutuhan dasar tersebut tetap terjaga bagi warga kota.
