Wagub berharap Yusril berkontribusi besar dalam revisi UUPA

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah berharap Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) RI, Prof Dr Yusril Ihza Mahendra dapat berkontribusi dalam revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“Saat ini, upaya revisi UUPA tengah berjalan sebagai bagian dari ikhtiar untuk memperkuat pelaksanaan kekhususan dan keistimewaan Aceh serta menjawab berbagai kebutuhan pembangunan daerah,” kata Fadhulullah di Darussalam, Banda Aceh.

Di sela-sela  rapat senat terbuka Milad UIN Ar-Raniry dan upacara Penganugerahan  Gelar Doktor Honoris Causa (HC) Menko Kumham Imipas) RI, Prof Dr Yusril Ihza Mahendra dari UIN Ar Raniry, ia menjelaskan Aceh memiliki kekhususan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Ia mengatakan dalam proses revisi tersebut, Pemerintah Aceh sangat mengharapkan perhatian, pemikiran, dan kontribusi Prof Yusril, yang memiliki pengalaman dan keluasan keilmuan yang beliau miliki.

“Kami berharap proses revisi UUPA dapat menghasilkan pengaturan yang semakin memperkuat kewenangan Aceh, memberikan kepastian hukum, serta mendukung kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, revisi yang dilakukan tersebut tetap dalam semangat memperkuat hubungan Aceh dan Pemerintah Pusat serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kesempatan itu, ia juga mengucapkan selamat kepada Prof Dr. Yusril Ihza Mahendra atas penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa. Semoga ilmu, pemikiran, dan pengabdian senantiasa membawa manfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Fadhlullah juga berharap UIN Ar-Raniry terus tumbuh menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing, serta mampu melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, berakhlak mulia, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Aceh dan Indonesia.

“Kepada para mahasiswa, jadikanlah momentum ini sebagai inspirasi untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan mengembangkan kapasitas diri. Sebab, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, kekuatan ilmu pengetahuan, dan keluhuran akhlak generasi mudanya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *