Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) resmi menjalin kerja sama dengan Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Aceh guna memperkuat kesiapsiagaan kampus menghadapi bencana. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung di aula kampus STIES, Banda Aceh.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk mengembangkan program-program penanggulangan bencana, pemberdayaan mahasiswa, serta pengabdian masyarakat yang berfokus pada kesiapsiagaan bencana,” kata Ketua STIES, Banta Karollah, usai acara penandatanganan.
Dalam kerjasama ini, STIES menargetkan pengembangan Kampus Siaga Bencana sebagai bentuk nyata dari sinergi yang dibangun.
Banta menyampaikan apresiasinya atas dukungan Dinas Sosial Aceh melalui FK Tagana Aceh, yang dinilai selaras dengan visi kampus untuk membangun kapasitas civitas akademika dalam menghadapi situasi darurat.
“Dengan menandatangani MoU ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas STIES dalam menghadapi bencana dan mengembangkan kampus siaga bencana. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa serta meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Sementara itu Ketua FK Tagana Aceh, Rizal Dinata, menyambut positif kerja sama ini dan menyebutnya sebagai langkah strategis dalam memperkuat edukasi kebencanaan di lingkungan pendidikan tinggi.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan meningkatkan kapasitas STIES dalam menghadapi bencana,” kata Rizal.
Rizal menekankan pentingnya edukasi dan mitigasi bencana, terutama bagi mahasiswa yang berdomisili di daerah rawan bencana seperti Aceh.
“Mitigasi bencana sangat penting, khususnya bagi mahasiswa. Semoga upaya ini menjadikan kita semua pribadi yang tangguh dan siap menghadapi bencana serta penanganannya,” ujarnya.
Disisi lain, pembina FK Tagana Aceh sekaligus perwakilan Dinas Sosial Aceh, Yanyan Rahmat atau yang akrab disapa Kang Yayan, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan pelatihan kebencanaan bersama mahasiswa STIES.
“Insyaallah, saya mewakili Dinsos Aceh akan membuka pintu selebar-lebarnya untuk membantu adik-adik mahasiswa. Kami berharap kerja sama ini memberi manfaat luas, tidak hanya untuk kampus tapi juga masyarakat,” kata Yanyan.
Yanyan menyebutkan, ruang lingkup kerja sama ini mencakup pelatihan dan workshop kebencanaan, kegiatan pengabdian masyarakat, serta pembentukan unit siaga bencana di lingkungan kampus STIES. Diharapkan, inisiatif ini menjadi model kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi dan institusi penanggulangan bencana di Aceh.







