Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Ketua Panglima Laot Banda Aceh, Surya Suid, memohon kepada pemerintah daerah untuk menambah batu pemecah ombak di muara Krueng Aceh.
Tempat yang terletak di Gampong Pande Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, tersebut merupakan pintu lalu lalang kapal motor nelayan.
“Kita sudah pernah minta ke DPRK, DPRA, dan gubernur, sudah pernah kami ajukan termasuk ke dinas kementerian terkait. Cuma tidak ada respons,” kata Surya Suid.
Panglima laot itu menyampaikan perairan sekitar pintu masuk muara Krueng Aceh atau di ujung batu pemecah ombak yang ada saat ini mulai dangkal. Kondisi itu semakin parah ketika musim angin barat atau air laut tidak pasang.
Sebab, pasir di bibir pantai mulai terbawa ke sekitaran pintu masuk Krueng Aceh dan menumpuk.
“Setiap angin musim barat banyak kapal yang tenggelam,” ujar Surya Suid.
Sehubungan dengan itu, permasalahan lain di Krueng Aceh yakni sedimentasi pasir di kawasan hilir sungai. Sebab pasir mulai mempersempit aliran air Krueng Aceh.***







