Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Rutan Kelas IIB Banda Aceh mengoptimalkan pemanfaatan lahan di sela-sela bangunan rumah tahanan negara tersebut guna mendukung program ketahanan pangan warga binaan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Banda Aceh Hari Kurniawan di Aceh Besar, Rabu, mengatakan optimalisasi lahan tersebut sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir dengan menanam tanaman hortikultura serta peternakan dan budi daya perikanan.
“Kami terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan di sela-sela bangunan rutan untuk pertanian, peternakan, dan perikanan. Hasilnya dapat memperkuat ketahanan pangan di Rutan Banda Aceh,” katanya.
Hari Kurniawan menyebutkan total lahan yang dioptimalkan untuk program ketahanan pangan mencapai 350 meter persegi. Kendati lahan terbatas, namun memberi manfaat dalam mendukung program ketahanan pangan.
Dalam pengelolaan lahan, kata dia, melibatkan warga binaan. Sebelum mengelola, warga binaan mendapatkan pembekalan bagaimana menanamkan tanaman hortikultura dan beternak bebek maupun ayan serta budi daya ikan.
“Kami juga melibatkan mereka yang magang di Rutan Banda Aceh yang memiliki disiplin ilmu pertanian dan peternakan. Mereka yang membimbing warga binaan dalam mengelola lahan tersebut,” kata Hari Kurniawan.
Menurut dia, pengembangan ketahanan pangan juga bagian dari upaya pembinaan warga binaan. Dan diharapkan warga binaan yang terlibat mengelola lahan tersebut memiliki ketrampilan sebagai bekal setelah mereka bebas nanti.
“Warga binaan yang mengelola lahan ketahanan pangan juga menerima premi sebesar 15 persen dari hasil panen. Premi tersebut disimpan di bank dan dicairkan ketika warga binaan bebas nantinya,” kata Hari Kurniawan.

