Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya merehabilitasi tujuh pasar yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025, di kabupaten tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Pidie Jaya Hasbi yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu, mengatakan rehabilitasi pasar tersebut bantuan Kementerian Perdagangan RI.
“Kementerian Perdagangan RI membantu anggaran untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Total anggarannya mencapai Rp2,7 miliar. Anggaran tersebut untuk perencanaan, pengawasan, dan rehabilitasi pasar, baik ikan maupun sayur,” katanya.
Hasbi menyebutkan tujuh pasar yang direhabilitasi tersebut yakni Pasar Ikan Jangka Buya, Pasar Ikan Trienggadeng, Pasar Ikan Meureudu, Pasar Ikan Ulim, Pasar Ikan Lueng Putu, Pasar Ikan Ulee Gle, dan Pasar Sayur Meureudu.
“Daftar isi pelaksanaan anggaran atau DIPA untuk program rehabilitasi pasar terdampak bencana diterima Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi dari Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan,” kata Hasbi.
Sebelumnya, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menerima DIPA dana tugas pembantuan sarana perdagangan pascabencana dari Kementerian Perdagangan RI.
DIPA tersebut diserahkan Direktur Jenderal Perdagangan Logistik Kementerian Perdagangan Iqbal S Shofwan dalam rapat koordinasi antarinstansi di Bogor.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan penyerahan DIPA tersebut menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sarana perdagangan terdampak bencana.
Bagi Pidie Jaya dan akan segera ditindaklanjuti untuk pelaksanaan program sesuai ketentuan, kebutuhan di lapangan, serta sasaran pemulihan pascabencana, kata Sibral Malasyi
Menurut Bupati, rehabilitasi sarana perdagangan tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki fasilitas yang terdampak, tetapi juga mengembalikan aktivitas perdagangan dan menggerakkan kembali perekonomian masyarakat.
“Kami segera menindaklanjuti setelah menerima DIPA tersebut dengan melaksanakan program sesuai ketentuan. Yang terpenting, manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya para pedagang dan pelaku ekonomi yang terdampak bencana,” katanya.
Ia mengatakan dukungan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perdagangan segera diterjemahkan menjadi pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi di lapangan.
“Pemerintah daerah terus memperkuat proses pemulihan Kabupaten Pidie Jaya dari dampak bencana, dengan prinsip membangun kembali lebih baik, aman dan tangguh,” kata Sibral Malasyi.

