Lhokseumawe|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kota Lhokseumawe akan melakukan pendataan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.
Pendataan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui secara pasti dampak yang dialami pelaku usaha akibat bencana tersebut. Hal tersebut disampaikan Plh. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Lhokseumawe, Winda Azminda Roza, S.Kom., MSM, Sabtu 17 Januari 2026.
Ia mengatakan pendataan ini penting agar pemerintah memiliki data akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan pemulihan ekonomi. Menurut Winda, pendataan dilakukan setelah pihaknya mengikuti desk penanganan bencana di Banda Aceh. Saat ini, Disperindagkop dan UKM fokus menginventarisir UMKM yang mengaku terdampak banjir untuk kemudian dilakukan verifikasi.
“Pendataan ini untuk memastikan UMKM benar-benar terdampak, apakah mengalami kerusakan ringan, sedang, atau berat akibat banjir,” jelas Winda.
Sementara itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe disebut telah menunjukkan komitmen dalam penanganan pascabencana. Wali Kota Lhokseumawe dilaporkan telah beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Pendataan UMKM terdampak banjir ini diharapkan dapat menjadi dasar penyaluran bantuan yang tepat sasaran serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi pelaku UMKM di Kota Lhokseumawe.







