Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Indonesia kehilangan sosok patriotik dermawan melalui kepulangan Teungku Nyak Sandang pada 7 April 2026. Lahir di Aceh Jaya pada 4 Februari 1927, sang pemilik semangat pengabdian tanpa batas ini menutup usia tepat pada usia 100 tahun.
Sejarah mencatat namanya sebagai salah seorang dari ribuan warga yang menjual harta pribadi demi mendukung kedaulatan negara. Sumbangan beliau hanyalah bagian kecil dari donasi kolektif rakyat Aceh yang dikumpulkan untuk mewujudkan kehadiran pesawat angkut pertama milik Republik Indonesia.
Gerakan heroik ini dikoordinasikan secara rapi oleh Teuku Panglima Polem Muhammad Ali melalui bendera Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (GASIDA). Rakyat menyetorkan sumbangan ke tingkat panitia lokal, yang kemudian dikonsolidasi menjadi cek atau wesel oleh para saudagar.
Puncaknya pada Juni 1948 di Hotel Aceh, Panglima Polem menyerahkan dana kolektif sebesar 120.000 ringgit kepada Presiden Soekarno secara simbolis. Nyak Sandang mewakili ribuan penyumbang yang mengikhlaskan harta pribadi sebagai modal utama pembelian pesawat Seulawah RI-001.
Ketulusan kolektif ini akhirnya mendapat pengakuan tertinggi saat Presiden Prabowo Subianto menyematkan Bintang Jasa Utama pada 2025. Momen Presiden berlutut di hadapan Nyak Sandang menjadi penghormatan negara bagi seluruh rakyat Aceh yang telah berjasa.
Tanpa kedermawanan individu dan militansi GASIDA, maskapai nasional Garuda Indonesia mungkin tidak akan pernah lahir dari tanah Burma. Pesawat hasil patungan rakyat ini menjadi jembatan diplomasi yang menjaga napas Indonesia di mata dunia saat masa revolusi fisik.
Kini, Masjid Nyak Sandang yang megah di Aceh Jaya berdiri sebagai monumen hidup atas apresiasi negara terhadap jasa seluruh rakyat. Kepergiannya meninggalkan pesan mendalam bahwa mencintai tanah air adalah tentang pengorbanan kolektif yang dilakukan dengan keikhlasan.
Selamat jalan Teungku Nyak Sandang, sang saksi sejarah yang kini telah kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Namamu akan selalu mengangkasa bersama setiap pesawat yang membelah langit biru nusantara sebagai tanda terima kasih bangsa.







