Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Ketua Umum Majelis Pertimbangan PB Matahari Pagi Indonesia (MPI) Dahnil Anzar Simanjuntak resmi mengukuhkan pengurus Pimpinan Wilayah (PW) MPI Provinsi Aceh periode 2026-2029, Selasa malam.
Pelantikan pengurus PW MPI Aceh yang dinakhodai anggota DPR Aceh Irpannusir Rasman dengan Sekretaris Musliadi M Tamin dan Bendahara Robi Eriyanto tersebut berlangsung di Anjong Mon Mata Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, di Banda Aceh.
Prosesi pengukuhan dengan tajuk “Menyinari Nusantara dengan Semangat Kebersamaan, Kreativitas dan Kepedulian Sosial” ini dihadiri unsur pemerintah Aceh, Kajati Aceh, Perwakilan Kodam IM dan Polda Aceh Anggota DPR Aceh, DPRK Banda Aceh serta berbagai stakeholder lainnya.
Ketua Umum Majelis Pertimbangan PB MPI, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa Matahari Pagi Indonesia ini merupakan organisasi masyarakat yang menghimpun semua unsur potensi anak bangsa dari lintas agama, suku, profesi hingga partai politik.
“Tentu MPI ini kita berharap menjadi perkumpulan yang dapat berkontribusi untuk masyarakat Aceh. Gerakannya sederhana, yaitu gerakan sosial, peduli terhadap kelompok difabel, dan berkomitmen menyediakan sarana agar mereka bisa bekerja,” katanya.
Kemudian, MPI juga mendorong gerakan sosial berbagi makan bahagia gratis, bersih-bersih rumah ibadah seperti masjid untuk wilayah Aceh, serta berbagi dengan masyarakat membutuhkan.
Gerakan sosial MPI ini, kata Dahnil Anzar, juga bergerak sesuai istilahnya Presiden Prabowo yakni menyatukan semua potensi yang baik. Artinya, harus selalu memberikan kemanfaatan untuk lingkungan sekitarnya.
Tetapi, khusus untuk Aceh yang masih dalam proses recovery (pemulihan) pascabencana dahsyat akhir November 2025 lalu, maka MPI harus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Jadi mulai dengan gerakan kecil seperti berbagi makanan. Karena Aceh sedang recovery, maka MPI harus aktif membantu masyarakat dan pemerintah Aceh membuat Aceh bangkit,” ujar Dahnil Anzar.
Sementara itu, Ketua MPI Aceh, Irpannusir menegaskan pihaknya bakal memprioritaskan dan memperjuangkan hak-hak masyarakat berkebutuhan khusus. Serta membantu kebutuhan mereka lainnya.
“Ke depannya menyangkut dengan masalah disabilitas ini menjadi prioritas. Saya kira kita akan lihat nanti saudara-saudara kita harus dibantu,” katanya. Kalau misalnya masih ada yang memerlukan bantuan, seperti alat-alat kursi roda, maka itu kita prioritaskan,” tegasnya.
Kemudian, terkait kegiatan untuk membantu pemulihan bencana, MPI Aceh bakal terus mengupayakan sebisa mungkin, apalagi masih ada masyarakat yang berada di tempat pengungsian.
“Nanti kita juga akan menggalang bantuan-bantuan yang perlu kita serahkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh,” ujar anggota DPR Aceh itu.
Dalam kesempatan ini, ia menegaskan, karena MPI merupakan organisasi lintas partai politik, ormas serta profesi. Maka, potensi tersebut harus dimanfaatkan semaksimal dalam rangka menjalankan misi sosial kemanusiaan.
“Jadi, ketika seluruh komponen masyarakat bergabung di MPI ini, maka saya sangat yakin bakal membuat kita lebih mudah untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Aceh,” demikian Irpannusir.







