Jubir: Pembangunan huntap di Aceh Utara sebanyak 8.300 unit

Banda Aceh|BidikIndonesia.com –  Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Muntasir Ramli menyatakan pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak bencana akhir November 2025 direncanakan sebanyak 8.300 unit.

“Pak Bupati Aceh Utara, H Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa telah mengumumkan daftar nama gampong yang masuk dalam alokasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi dengan kategori rumah rusak berat,” katanya saat dihubungi dari Banda Aceh.

Ia menyebutkan pembangunan delapan ribuan rumah untuk yang rumah korban bencana yang rusak berat tersebut tersebar di 207 gampong dalam 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.

Ia menjelaskan, data gampong yang telah diumumkan oleh Ayahwa tersebut sudah melalui proses verifikasi faktual dan masyarakat yang masuk dalam daftar calon penerima bantuan dengan skema Insitu agar segera mempersiapkan lahan pembangunan huntap di atas milik penerima, sementara skema komunal, lahannya akan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Ia menambahkan, Ayahwa meminta masyarakat mempersiapkan lokasi pembangunan di sekitar tempat tinggal semula, sepanjang memenuhi ketentuan teknis.

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan, guna mempercepat realisasi pembangunan, Ayahwa telah berkoordinasi dengan perusahaan inventor atau pengembang yang sudah berpengalaman serta memenuhi kualifikasi dan telah lulus verifikasi serta aplikator dari perusahaan lokal yang pelaksanaan pembangunan diarahkan mengutamakan keterlibatan tenaga kerja lokal asal Aceh.

“Secara khusus, Ayahwa mengimbau para tukang bangunan agar tidak merantau terlebih dahulu dan bersiap ikut mengambil bagian dalam pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah masyarakat. Kebutuhan tenaga kerja diperkirakan sangat besar seiring dimulai pembangunan huntap secara bertahap,” katanya.

Ia menjelaskan, data gampong yang telah diumumkan akan segera disampaikan kepada masing-masing kepala desa untuk diteruskan kepada masyarakat. Keuchik bersama aparatur gampong juga diminta agar segera melakukan survei lokasi berdasarkan data penerima bantuan agar persiapan pembangunan tidak mengalami keterlambatan.

Ia menambahkan, Ayahwa juga mengingatkan seluruh pedagang dan penyedia material bangunan agar menjual bahan kebutuhan pembangunan dan renovasi rumah sesuai harga standar dan tidak memanfaatkan kesempatan seiring meningkatnya permintaan material untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

“Bahan baku seperti bata dan batako, silakan diproduksi oleh masyarakat agar produk lokal ikut berkembang. Begitu juga bata kuning, pasir dan batu. Jangan sampai ada toko yang menaikkan harga. Harga harus tetap stabil,” ujarnya lagi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera H. Tito Karnavian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Utara.

Ia menegaskan, daftar yang diumumkan tersebut merupakan tahap awal. Kecamatan dan gampong yang belum masuk dalam pengumuman sebagai penerima bantuan untuk kategori rumah rusak berat, sedang, maupun ringan, termasuk pelbagai jenis bantuan lainnya, akan diumumkan pada tahap selanjutnya.

“Bagi kecamatan dan gampong yang belum diumumkan sebagai penerima bantuan pada pengumuman tadi malam, baik kategori rumah rusak berat, sedang, maupun ringan serta pelbagai jenis bantuan lainnya, akan diumumkan oleh Ayahwa pada tahap selanjutnya,” demikian Muntasir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *