Banda Aceh|BidikIndonesia.com– Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh memperluas akses pelayanan publik di Kota Sabang sebagai upaya untuk memudahkan dan mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi vertikal yang telah bergabung dan berkomitmen memberikan pelayanan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Sabang. Kehadiran berbagai layanan dalam satu lokasi dapat mempermudah masyarakat dalam mengurus kebutuhan administrasi, perizinan, maupun memperoleh layanan publik lainnya,” kata Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, dalam keterangan diterima di Banda Aceh.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Sabang bersama Pemerintah Kota Sabang dan sejumlah instansi vertikal lainnya di Sabang.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan pelayanan publik yang terintegrasi, mudah diakses, efektif, dan efisien bagi masyarakat.
Ia mengatakan dengan teintegrasinya layanan dari berbagai instansi di MPP Kota Sabang, termasuk BBPOM akan memudahkan masyarakat Kota Sabang untuk memperoleh pelayanan publik tanpa harus mendatangi banyak tempat.
Ia mengatakan kehadiran layanan BBPOM Aceh di MPP Kota Sabang dapat mendekatkan layanan informasi, konsultasi, dan pengaduan di bidang obat dan makanan kepada masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sebelum hadirnya layanan tersebut masyarakat dan pelaku usaha menempuh perjalanan ke Kota Banda Aceh untuk mendapatkan informasi dan konsultasi terkait obat dan makanan.
Ketua Tim Pelayanan Publik BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih mengatakan sebagai bentuk dukungan terhadap kemudahan akses pelayanan, BBPOM Aceh menghadirkan perangkat Anjungan Tele-Yanblik Mandiri BPOM ((ATM BPOM) di MPP Kota Sabang.
Ia mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memperoleh informasi, melakukan konsultasi, serta menyampaikan pengaduan terkait obat dan makanan dengan lebih mudah, cepat, dan hemat biaya.
Pihaknya berharap dengan kehadiran fasilitas tersebut dapat menjadi sarana alternatif bagi masyarakat untuk mengakses layanan BBPOM Aceh tanpa harus datang langsung ke kantor di Banda Aceh.
“Kehadiran ATM BPOM juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
BBPOM Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi, konsultasi, dan pengaduan di bidang obat dan makanan sehingga masyarakat dan pelaku usaha memperoleh akses pelayanan yang lebih dekat serta membantu UMKM lokal dalam memenuhi persyaratan dan mengembangkan produknya.


