Pelatihan TMT Batch VII Dibuka, Bupati Armia Mau Generasi Muda Aceh Tamiang Punya Skill

Aceh Tamiang|BidikIndonesia.com – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH terus berupaya mendorong generasi muda Aceh Tamiang untuk memiliki skill kompetensi pribadi. Hal ini dibuktikan dengan komitmen Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh menggelar pelatihan Tailor Made Training Batch Tujuh Tahun 2026.

Saat membuka pelatihan yang berlangsung di
aula Setdakab pada Selasa, (22/9/26), Bupati Armia menekankan, di era sekarang dimana zaman digitalisasi dan fleksible, para generasi muda harus memiliki keahlian kompetensi pribadi, sebab persaingan semakin ketat.

Ia menegaskan melalui TMT ini adalah langkah nyata pemerintah daerah untuk membentuk generasi muda Aceh Tamiang yang terampil, unggul, dan tangguh dalam menghadapi persaingan dunia kerja.

“Pemerintah Daerah akan selalu hadir untuk menjembatani kebutuhan antara dunia pendidikan, dunia usaha dan masyarakat, kegiatan ini tidak berhenti hanya sebatas pelatihan saja, akan tetapi mencakup sertifikasi hingga penempatan kerja atau pemberian modal usaha,” ucap Bupati.

Oleh karenanya, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus mendorong dan ingin merubah pola pikir (mindset) masyarakat kita, khususnya generasi muda Aceh Tamiang, agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, namun memiliki motivasi dan keahlian untuk menciptakan lapangan pekerjaaan sendiri (wirausaha).

Bacaan Lainnya

Program Tailor Made Training (TMT) Batch VII ini terbuka bagi semua kalangan, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan taraf hidup.

Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, Rahmat Faisal menyampaikan peserta pelatihan pada gelombang ini berjumlah 272 orang yang akan mengikuti 9 jenis program pelatihan.

Adapun ke-sembilan program tersebut diantaranya, pelatihan kewirausahaan dasar, las fabrikasi, menjahit busana wanita, merias wajah, pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana, pembuatan design grafis, pembuatan roti dan kue, pengolahan ikan dan teknisi perawatan AC residential.

“Kami menamakan program ini dengan SIGAP VOKASI (Sinergi Gerakan Pelatihan Vokasi) Bangkit Bersama Berkarya Berdaya dengan harapan adanya sinergisitas para instansi untuk membina para wirausahaan yang telah terdaftar dan bersertifikat”, sebut Rahmat.

BPVP Banda Aceh berharap, dengan adanya pelatihan ini dapat menciptakan wirausahawan pemula yang akan mampu menciptakan lapangan kerja.

Lebih lanjut, ia menyebutkan para peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang dapat digunakan di luar Aceh maupun Luar Negeri. Selama mengikuti pelatihan, peserta juga akan mendapatkan uang saku sesuai dengan absen kehadiran serta jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan Kab. Pidie.

Turut hadir dalam pembukaan ini Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kab. Pidie, para Kepala SMK dan Para Kepala SKPK terkait. ( Poris )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *