Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menggelar rapat koordinasi persiapan Festival Kemerdekaan Pasar Atjeh 2026 di Pendopo Wali Kota, Minggu (2/8/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.
Rapat dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta perwakilan dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik), serta Dinas Syariat Islam (DSI).
Dalam arahannya, Illiza menyampaikan bahwa Festival Kemerdekaan Pasar Atjeh akan digelar pada 11–17 Agustus 2026 di kawasan Pasar Atjeh sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut ditargetkan mampu menarik 10.000 hingga 15.000 pengunjung selama sepekan pelaksanaan.
Menurutnya, Festival QRIS Pasar Atjeh merupakan inisiatif kolaboratif yang mempertemukan pelaku usaha, konsumen, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat dalam satu ruang interaksi berbasis transaksi digital.
Selain memeriahkan peringatan kemerdekaan, festival ini juga diharapkan menjadi momentum strategis untuk mempercepat transformasi transaksi di pasar rakyat menuju ekosistem perdagangan yang lebih modern, inklusif, dan berbasis pembayaran digital melalui QRIS.
Berbagai program menarik telah disiapkan dalam festival tersebut, di antaranya potongan harga spesial kemerdekaan sebesar 17 persen dan 45 persen, serta kupon undian doorprize bagi pengunjung yang berbelanja minimal Rp50.000 menggunakan QRIS, dengan kelipatan nilai transaksi yang berlaku.
Tidak hanya itu, pengunjung juga akan disuguhkan beragam kegiatan seperti kompetisi video dan reels, bazar UMKM dan aktivasi QRIS, barista competition, fashion show keberagaman, pengundian doorprize, hingga acara penutupan yang dirangkai dengan pemberian penghargaan (closing and awarding).
“Semoga event ini berjalan sesuai harapan kita bersama dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Banda Aceh,” ujar Illiza. (TM)

