Banda Aceh|Bidikaindonesia.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyatakan terus meningkatkan edukasi pengelolaan wisata bahari yang memperhatikan kelestarian lingkungan, kebersihan kawasan pantai dan laut, serta keterlibatan masyarakat lokal sebagai pelaku utama pariwisata.
“Edukasi untuk pelaku wisata terkait wisata ramah lingkungan ini dilakukan secara bertahap,” kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Disbudpar Aceh Akmal Fajar di Banda Aceh, Selasa.
Ia menjelaskan Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan, meskipun di tengah kondisi Aceh yang sedang dalam tahap pemulihan pascabencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
Dalam situasi tersebut, Ia mengatakan langkah dilakukan adalah ikut menyesuaikan strategi promosi dan pengembangan destinasi yang diarahkan pada kawasan-kawasan wisata bahari yang tidak terdampak bencana, sehingga aktivitas pariwisata tetap berjalan dan ekonomi masyarakat di sektor wisata tetap bergerak
Ia menyebutkan Aceh memiliki banyak destinasi bahari unggulan yang masih aman dan layak dikunjungi, mulai dari kawasan pantai, pulau-pulau kecil, hingga spot diving dan snorkeling yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kami terus mempromosikan beragam destinasi wisata melalui berbagai kanal publikasi, kolaborasi event, serta penguatan promosi digital,” katanya.
Ia menambahkan momentum pemulihan pascabencana juga menjadi evaluasi bersama agar pengembangan wisata bahari Aceh ke depan semakin tangguh terhadap perubahan iklim dan risiko kebencanaan.
Karena itu, penguatan aspek mitigasi, kesiapsiagaan destinasi, dan pembangunan pariwisata yang berorientasi keberlanjutan menjadi bagian penting dalam langkah kami ke depan.
“Pada prinsipnya, kami ingin memastikan bahwa pariwisata Aceh tetap tumbuh, namun tetap adaptif terhadap kondisi daerah, menjaga lingkungan, serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.







