Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong joint study (JS) dua perusahaan Jepang yaitu Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) dan Japan Petroleum Exploration (JAPEX) berlanjut ke eksplorasi dan investasi sektor migas di Aceh.
“Kami berharap hasil joint study ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih kuat dan membuka peluang konkret bagi pengembangan eksplorasi serta investasi di Aceh,” kata Kepala BPMA, Mawardi Nur, di Banda Aceh, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan Mawardi Nur setelah melakukan pertemuan dengan JOGMEC dan JAPEX terkait pelaksanaan Joint Study (JS) Wilayah North Sumatra Basin (NSB) yang telah berlangsung sekitar enam bulan, sekaligus mengeksplorasi peluang tindak lanjut kerjasama di sektor hulu migas di Aceh, di Banda Aceh.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan studi, evaluasi potensi geologi dan sumber daya migas di wilayah NSB, serta peluang pengembangan kerjasama tahapan berikutnya.
Joint study NSB ini merupakan kerjasama JOGMEC, JAPEX dan Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang mencakup survei, analisis, serta evaluasi data geologi dan geofisika di wilayah darat maupun lepas pantai north sumatra basin. Kajian itu diarahkan untuk mengevaluasi potensi sumber daya migas yang belum ditemukan di kawasan tersebut.
Mawardi menilai, kajian ini memiliki arti penting bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk membangun kemitraan yang lebih kuat dan membuka peluang investasi hulu migas di Aceh.
Dirinya berharap hasil kajian dapat memberikan landasan yang kuat bagi pembahasan tahapan kerja sama berikutnya. Proses tersebut, perlu didorong secara bertahap, mulai dari kajian dan evaluasi, menuju kegiatan eksplorasi hingga peluang investasi dan pengembangan.
“Harapan kami sangat jelas, joint study ini tidak berhenti pada sebuah laporan teknis, tetapi dapat menjadi dasar untuk melangkah ke tahap berikutnya, termasuk evaluasi lebih lanjut, eksplorasi dan pada akhirnya investasi di Aceh,” ujarnya.
Mawardi menegaskan, BPMA berkomitmen mendukung terciptanya iklim investasi hulu migas yang aman, kondusif, transparan, dan memberikan kepastian bagi investor.
BPMA, juga siap memfasilitasi dan mengkoordinasikan pemangku kepentingan sesuai kewenangan apabila terdapat tantangan dalam pelaksanaan joint study maupun dalam proses tindak lanjut kerjasama.
“BPMA terbuka terhadap investor yang memiliki komitmen jangka panjang, kapasitas teknis dan finansial yang kuat. Kami siap mendukung proses ini melalui koordinasi dan fasilitasi sesuai kewenangan BPMA, sehingga berbagai tantangan dapat dibahas secara terbuka dan konstruktif,” tegas Mawardi.
Perwakilan JAPEX, Naohiro Yoshino menyampaikan bahwa pelaksanaan JS di NSB ini bagian dari upaya perusahaan untuk mengevaluasi lebih lanjut potensi eksplorasi migas di kawasan tersebut.
Ia menuturkan, NSB merupakan kawasan yang memiliki sejarah panjang dalam kegiatan produksi minyak dan gas bumi. Di sisi lain, penemuan lapangan gas berskala besar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan masih adanya potensi sumber daya yang belum ditemukan.
“Melalui joint study ini, kami ingin mengevaluasi lebih lanjut potensi eksplorasi di kawasan tersebut,” ujar Naohiro.
Sementara itu, Perwakilan JOGMEC, Mashashi Muramoto, menyampaikan bahwa kerjasama tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memahami lebih jauh potensi sumber daya migas di wilayah sumatera bagian utara melalui kajian geologi dan geofisika.
“Melalui joint study ini, kami berharap dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai potensi migas di wilayah tersebut sekaligus membangun dasar yang kuat untuk pengembangan kegiatan eksplorasi ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, JOGMEC bersama JAPEX dan mitra akademik di Indonesia terus melakukan kajian dan evaluasi studi. Hasil tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi kawasan sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut.
“Kerjasama dengan Indonesia sangat penting. Kami berharap hasil joint study ini memberikan manfaat bagi kedua negara, baik dalam mendukung pengembangan sumber daya migas Indonesia maupun memperkuat kerja sama energi antara Indonesia dan Jepang,” demikian Mashashi Muramoto.
Sebagai informasi, BPMA sebelumnya melaporkan bahwa dua perusahaan Jepang tersebut berminat untuk mengeksplorasi migas pada blok Andaman 1 di lepas pantai Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, atau lokasi yang pernah dibor oleh Repsol.
Dua perusahaan Jepang tersebut juga telah menunjukkan keseriusannya untuk berinvestasi di Aceh, karena sejauh ini mereka sudah melaksanakan presentasi serta mengurus seluruh proses administrasi di Kementerian ESDM.
