UIN Ar-Raniry bahas penguatan pembiayaan risiko bencana berbasis syariah

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – UIN Ar-Raniry Banda Aceh membahas penguatan ketahanan ekonomi dan pembiayaan risiko bencana berbasis syariah melalui integrasi Islamic Social Finance (ISF) dalam seminar virtual internasional.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar Raniry Prof Hafas Furqani di Darussalam, Kamis mengatakan manajemen risiko sosial sangat penting dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi akibat krisis maupun bencana.

“Ketika ekonomi tumbuh, kita perlu menyiapkan sistem perlindungan sosial dan manajemen risiko. Instrumen keuangan sosial Islam menjadi bagian penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurut dia kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat berdampak langsung terhadap kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Prof Nilam Sari yang hadir dalam seminar tersebut juga memberikan pendapat integrasi Islamic Social Finance perlu diperkuat untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Integrasi Islamic Social Finance perlu diperkuat agar mampu membantu pemulihan ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana secara berkelanjutan,” ujar Nilam dalam kegiatan digelar Program Studi Doktor Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Ar-Raniry itu.

Vice President and Head of Division Syariah Advisory and Assurance Maybank Indonesia, Dr Muhammad Faisal Muchtar juga menjelaskan pentingnya peran perbankan syariah dalam mendukung mitigasi risiko bencana dan ketahanan ekonomi berkelanjutan.

“Bank syariah harus hadir dan terlihat signifikan bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pembiayaan dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat terdampak bencana,” ujar Faisal.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan green ecosystem melalui program penghijauan dan pembiayaan berbasis keberlanjutan di sektor keuangan syariah.

Sementara itu, narasumber asal Malaysia, Dr Zairy Bin Zainol, memaparkan model kelembagaan Islamic Social Finance di Malaysia dalam memperkuat perlindungan sosial berbasis kebencanaan.

Menurut Zairy, Malaysia menghadapi ancaman bencana yang kompleks mulai dari banjir akibat monsun, tanah longsor hingga badai tropis yang berdampak besar terhadap perekonomian negara.

“Bencana bukan hanya memberi dampak kepada individu, tetapi juga menyebabkan kerugian besar terhadap ekonomi negara sehingga membutuhkan sistem perlindungan sosial yang kuat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *