Kota Jantho|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus membuka ruang kolaborasi dan memperluas jejaring kerja sama yang dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui kunjungan silaturahmi Konsulat Kebudayaan Republik Islam Iran ke Aceh Besar yang berlangsung di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, pada Kamis (21/5/2026).
Kunjungan itu dipimpin langsung Konselor Kebudayaan Republik Islam Iran di Indonesia, Dr. Yahya Jahangiri, yang disambut baik oleh Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris, didampingi Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M. Ali, S.Sos., M.Si.
Pertemuan berlangsung hangat dengan semangat membangun hubungan yang lebih erat antara Aceh dan Iran, khususnya dalam bidang budaya, ekonomi, pendidikan, pertanian hingga investasi.
Dalam kesempatan itu, Dr. Yahya Jahangiri mengungkapkan bahwa Aceh menjadi salah satu daerah yang memberikan kesan mendalam baginya. Menurutnya, Aceh memiliki kedekatan nilai dan karakter budaya yang mengingatkannya pada daerah asalnya di Iran.
“Aceh menjadi salah satu daerah yang sangat berkesan. Saya merasakan ada banyak kesamaan dengan daerah kelahiran saya di Iran. Budaya Aceh dan Iran memiliki kedekatan karena sama-sama berlandaskan nilai Islam,” ujarnya.
Ia menilai kesamaan tersebut bukan hanya terlihat pada aspek pemikiran dan nilai spiritual, tetapi juga dapat ditemukan pada seni budaya, tradisi hingga unsur kehidupan masyarakat sehari-hari.
Menurut Yahya, hubungan antara Aceh dan Iran dapat dikembangkan melalui berbagai program bersama yang memperkuat interaksi budaya dan pertukaran pengalaman.
“Kita harus saling terhubung satu sama lain. Ini bukan tentang membangun dinding, tetapi membangun jembatan. Semoga nantinya ada penghubung yang semakin mempererat hubungan antara Aceh dan Iran,” katanya.
Sementara itu, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyambut baik kunjungan tersebut sebagai langkah awal membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan produktif.
Ia menyampaikan bahwa meski kewenangan hubungan luar negeri berada pada pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap dapat membangun komunikasi dan membuka ruang sinergi yang berdampak pada pengembangan daerah.
“Kami berharap terbangun hubungan yang baik, tidak hanya dalam bidang budaya tetapi juga ekonomi. Sektor pertanian, peternakan dan bidang lainnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama,” kata Bupati.
Bupati juga menilai kondisi global saat ini menuntut daerah untuk semakin adaptif dalam membangun jaringan kerja sama yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi dan membuka peluang baru bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Yahya Jahangiri juga menyampaikan ketertarikan berbagai sektor industri di Iran untuk menjajaki peluang investasi di Aceh, mulai dari pengolahan susu, bidang kedokteran hingga desain interior.
Selain itu, kedua pihak juga membahas kemungkinan penyelenggaraan kegiatan bersama seperti pameran dan promosi potensi daerah yang dapat melibatkan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar maupun pihak Iran.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang diharapkan dapat memperkuat hubungan dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas, sekaligus menghadirkan optimisme baru terhadap pengembangan ekonomi, budaya dan potensi daerah Aceh Besar ke depan.
Di akhir pertemuan, Bupati Aceh Besar juga mengajak Yahya dan rombongan untuk melihat langsung berbagai produk UMKM Aceh Besar yang dipamerkan di gedung Dekranasda Aceh Besar. Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Komunitas Aceh Bergerak, dan Yayasan Gotong Royong Kreatif.(**)







