TNI bangun jembatan bailey gantung di Gayo Lues

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Prajurit TNI di jajaran Korem 011/Lilawangsa, Aceh kembali membangun jembatan bailey, aramco, perintis, beton hingga gantung sepanjang 70 meter dalam wilayah Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh

“Rangkaian jembatan ini diproyeksikan akan menjadi urat nadi perekonomian baru bagi masyarakat desa setempat,” kata Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran dalam keterangannya, di Banda Aceh, Jumat.

Pembangunan ini dilakukan oleh prajurit Kodim 0113/Gayo Lues, personel Batalyon TP 855/Raksaka Dharma, dan Yonzipur 16/Kodam Iskandar Muda. Mereka harus bertaruh nyawa memikul material berat, mengarungi sungai, hingga menerobos jalanan berlumpur yang tidak dapat dilalui kendaraan.

Brigjen Ali Imran menyebutkan, pembangunan infrastruktur ini mencakup beberapa jembatan krusial, di antaranya jembatan Bailey di Desa Pintu Rime Kecamatan Pining, jembatan perintis, jembatan beton, Aramco, hingga jembatan gantung sepanjang 70 meter.

Danrem menjelaskan, saat ini pengerjaan jembatan terus dikebut. Meski para prajurit di lapangan menghadapi tantangan alam yang luar biasa, mulai dari cuaca ekstrem musim penghujan hingga lokasi yang berada jauh di pedalaman Aceh.

Bacaan Lainnya

“Medan yang berlumpur bahkan membuat sejumlah truk pengangkut material milik TNI terperosok, sehingga material terpaksa dievakuasi dan dipikul manual oleh para prajurit,” ujarnya.

Baca: Buka keterisoliran warga Gayo Lues, TNI kembali bangun jembatan gantung

Ali Imran menegaskan, TNI siap menghadapi tantangan apapun demi bangsa dan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat daerah terdampak banjir di pedalaman Gayo Lues.

“Sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto, melalui Dansatgas Jembatan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, kami mengerahkan prajurit untuk terus menggenjot pembangunan ini. Targetnya agar aktivitas warga cepat lancar dan kembali normal,” tegasnya.

Sebelumnya, jembatan permanen yang menjadi akses utama masyarakat setempat putus total akibat diterjang arus sungai yang meluap. Kondisi ini sempat memaksa warga dan anak-anak sekolah bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras hanya menggunakan jembatan tali darurat terbuat dari tambang dan bambu.

Fasilitas seadanya yang sangat membahayakan keselamatan tersebut sempat memicu kekhawatiran besar bagi para orang tua.

“Kini, lewat gotong royong yang menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, pembangunan jembatan baru diharapkan dapat mendongkrak mobilitas, rasa aman, serta kesejahteraan masyarakat di pedalaman Aceh,” demikian Brigjen Ali Imran.

Sebagai informasi, Kodim 0113/Gayo Lues bersama prajurit Yon TP 855/Raksaka Dharma, serta Yonzipur 16 Dam IM serta masyarakat terus mempercepat pembangunan 53 jembatan di sejumlah titik dalam wilayahnya, baik jembatan aramco, beton dan gantung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *