Sabang|BidikIndonesia.com – BUMG Gampong Balohan kembali melakukan penanaman jagung pipil tahap kedua sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan Nasional di Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang. Penanaman dilakukan di lahan pertanian milik gampong dengan pola tanam berjarak 40 x 70 sentimeter.
Ketua BUMG Balohan, Denny Asmarizal, mengatakan penanaman tahap kedua melibatkan tenaga kerja dari masyarakat setempat. Pada hari pertama terdapat empat orang pekerja dan bertambah menjadi enam orang pada hari berikutnya.
“Yang sekarang ini kita pakai tenaga orang kampung, jadi ada empat orang di awal dan hari ini menjadi enam orang. Dari penanaman sampai perawatan dan panen tetap melibatkan enam orang,” kata Denny Asmarizal.
Menurut Denny, dukungan dari Dinas Pertanian masih terus berlanjut melalui pemantauan rutin setiap minggu. Selain pendampingan teknis, sebagian kebutuhan bibit, pupuk, dan obat-obatan juga dibantu oleh pihak UPTD Pertanian.
“Bibit ada dibantu, pupuk dan obat-obatan juga ada sebagian yang dibantu. Nanti petugas UPTD pertanian di Balohan akan datang mengecek perkembangan tanaman setiap minggu,” ujarnya.
Denny menjelaskan hasil panen tahap pertama tidak dijual ke luar daerah karena masih dibutuhkan oleh masyarakat Sabang. Jagung pipil dipasarkan secara bertahap kepada peternak ayam dan bebek dengan jumlah pembelian berkisar 50 hingga 100 kilogram.
Ia menambahkan proses penanaman hingga panen diperkirakan memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Hingga saat ini kendala utama yang dihadapi adalah gangguan hama monyet, sementara kebutuhan air untuk lahan pertanian masih aman karena menggunakan sistem pompa dan penampungan air.
Ketua BUMG Balohan berharap hasil panen tahap kedua dapat menyamai panen sebelumnya apabila serangan hama dapat dikendalikan. Program ketahanan pangan tersebut diharapkan terus mendukung kebutuhan pakan ternak dan memperkuat ekonomi masyarakat gampong.







