Aceh Selatan|BidikIndonesia.com – Tim gabungan Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) mengintensifkan evakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Selatan
Koordinator Tim PDB Kabupaten Aceh Selatan, Kapten Inf Ali Sadikin di Aceh Selatan, Senin, di Aceh Selatan, mengatakan sebanyak 161 warga dari 43 keluarga yang dievakuasi hingga hari kelima banjir di Kabupaten Aceh Selatan.
“Kami mengintensifkan evakuasi masyarakat terdampak banjir ke lokasi aman. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami. Kami mengimbau warga terdampak bencana tetap waspada,” katanya.
Ia menyebutkan wilayah terdampak banjir di antaranya dua desa atau gampong di Kecamatan Trumon Tengah, yakni Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu. Sebanyak 674 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut.
Banjir tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi menyebabkan peningkatan debit air hingga meluapnya aliran Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya.
Dalam proses evakuasi, kata Ali Sadikin, anak-anak, warga lanjut usia, dan kelompok rentan mendapat perhatian khusus untuk segera dipindahkan ke tempat lebih aman.
Ali Sadikin menyebutkan perkembangan banjir di lapangan terus berubah-ubah, sehingga tim PDB memantau, mendata, memberikan asesmen
serta penanganan terhadap masyarakat terdampak secara berkelanjutan.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur guna memastikan warga tetap aman dan siap dievakuasi apabila kondisi banjir semakin memburuk,” kata Ali Sadikin.
Ia mengungkapkan genangan masih merendam permukiman penduduk dan badan jalan desa. Sedangkan di Beberapa titik dilaporkan mengalami kenaikan debit air.
Di beberapa lokasi, kata dia, ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Sementara genangan masuk ke rumah warga mencapai puluhan centimeter. Aktivitas masyarakat terganggu dan sebagian keluarga memilih meninggalkan rumah demi keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi serta arahan petugas. Warga berada di kawasan rawan diminta tidak memaksakan diri bertahan di rumah apabila air terus meninggi,” kata Ali Sadikin.


