Mahasiswa FK USK ikuti orientasi bentuk karakter islami

Banda Aceh|BidikIndonesia.com –  Mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) mengikuti Orientasi Keislaman Assyifa (OKA) guna menguatkan ruhiyah dan membentuk karakter islami.

Ketua Panitia OKA Ahmad Yasin di Banda Aceh, Senin, mengatakan orientasi tersebut digelar Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Asy-Syifaa’ Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.

“Orientasi ini merupakan bentuk pembinaan ruhiyah yang bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai keislaman serta membangun fondasi spiritual mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan,” katanya.

OKA tersebut merupakan yang ke-34 tahun. Kegiatan itu dilaksanakan melalui dua rangkaian kegiatan utama, yaitu pra-OKA dan OKA. Kegiatan dikemas dengan fokus grup diskusi keislaman.

Kedua kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus membangun interaksi dan ukhuwah antarmahasiswa baru, katanya.

Bacaan Lainnya

Sedangkan OKA merupakan puncak kegiatan yang berlangsung 31 Oktober hingga 1 November 2026. Pada puncak kegiatan, peserta mengikuti berbagai rangkaian agenda di antara materi keislaman, penampilan proyek mini hingga simulasi tajhiz mayit.

Agenda menjadi perhatian adalah praktik penyelenggaraan simulasi tajhiz mayit yang mencakup tahapan pengurusan jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga proses pemakaman.

“Melalui sesi ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mengenal secara langsung tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam,” katanya.

Ahmad Yasin mengatakan orientasi tersebut bukan sekadar agenda rutin bagi mahasiswa baru, melainkan juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.

“Orientasi ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa baru memahami menjadi seorang dokter dan psikolog tidak hanya menuntut kecakapan intelektual dan keterampilan profesional, namun juga membutuhkan keimanan, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama,” kata Ahmad Yasin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *