LHOKSEUMAWE │bidikindonesia.com, STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe berkolaborasi dengan Bank Syariah Nasional (BSN) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada mahasiswa yang terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Aceh. Program ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan serta membantu pemulihan kondisi mahasiswa pascabencana.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, Ns. Nanda Fitria, M.Kep, didampingi Ketua Program Studi S1 Keperawatan, Ns. Novia Rizana, M.Kep. Bantuan tersebut diterima oleh perwakilan mahasiswa terdampak dan disaksikan oleh jajaran akademik kampus.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa paket logistik kebutuhan pokok serta seragam kuliah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa sekaligus mendukung mereka agar dapat kembali mengikuti proses perkuliahan secara layak dan optimal. Pemberian seragam kuliah juga dimaknai sebagai simbol semangat, keteguhan, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan.
Wakil Ketua I Bidang Akademik STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, Ns. Nanda Fitria, M.Kep, menegaskan bahwa institusi pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir mendampingi mahasiswa, terutama di tengah situasi darurat akibat bencana alam.
“Banjir menjadi ujian berat bagi mahasiswa kita. Namun pendidikan tidak boleh terhenti. Kampus ingin memastikan bahwa mahasiswa merasakan kehadiran dan kepedulian institusi. Kita bangkit dan kuat bersama,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Program Studi S1 Keperawatan, Ns. Novia Rizana, M.Kep, menyampaikan bahwa mahasiswa keperawatan dipersiapkan sebagai calon tenaga kesehatan yang tangguh, empatik, dan berdaya juang tinggi.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban secara materi, tetapi juga menjadi penguat mental dan motivasi agar mahasiswa tetap fokus menempuh pendidikan dan kelak siap mengabdi kepada masyarakat,” katanya.
Sinergi antara STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe dan Bank Syariah Nasional ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap pemulihan sektor pendidikan, khususnya bagi mahasiswa bidang kesehatan yang terdampak bencana. Ke depan, pihak kampus terus membuka mekanisme pendataan dan pelaporan melalui masing-masing program studi guna memastikan bantuan lanjutan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.







