Razia Kamar Tahanan Rutan Banda Aceh, Tim Gabungan Sita Telepon Genggam hingga Obeng

Aceh Besar|BidikIndonesia.com – Tim Gabungan Rutan Banda Aceh bersama TNI dan Polri melakukan razia terhadap kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Banda Aceh, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Razia itu dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh, Yan Rusmanto.

Ia mengatakan, razia tersebut merupakan upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh, Yan Rusmanto, memimpin langsung razia gabungan bersama TNI dan Polri di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banda Aceh.

Ia mengatakan, razia dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh blok hunian warga binaan, dengan fokus pemeriksaan pada barang-barang pribadi, area kamar hunian, dan kondisi bangunan.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

“Setiap proses pemeriksaan dilakukan secara humanis dan profesional, dengan tetap memperhatikan prinsip keamanan serta penghormatan terhadap hak asasi warga binaan,” katanya.

Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang seperti telepon genggam, charger, gunting, paku, cutter, obeng, stop kontak, serta potongan kabel.

Seluruh barang temuan tersebut telah disita dan diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan, kegiatan razia gabungan ini merupakan implementasi nyata dari strategi deteksi dini dan sinergitas antar Aparat Penegak Hukum.

Hal itu juga merupakan bentuk keseriusan pihaknya guna memastikan seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Aceh tetap dalam kondisi aman dan tertib.

“Kolaborasi dengan TNI dan Polri menjadi langkah strategis dalam menjaga integritas serta mencegah terjadinya gangguan keamanan di dalam lapas dan rutan,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Banda Aceh, Baharuddin, S.H., mengapresiasi atas dukungan penuh dan kepemimpinan langsung Kakanwil Ditjenpas Aceh dalam kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih atas arahan dan dukungan Bapak Kakanwil.

Kegiatan ini memberikan semangat baru bagi jajaran kami untuk terus memperkuat pengawasan dan menjaga Rutan Banda Aceh tetap bersih dari barang-barang terlarang,” tutur Baharuddin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *