Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kota Sabang, Aceh memanfaatkan lahan kosong sebagai lokasi pengembangan padi gogo, langkah ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan pangan masyarakat di kepulauan paling barat Indonesia itu.
“Penanaman padi gogo ini dibutuhkan oleh masyarakat Sabang,” kata Wali Kota Sabang Zulkifli Adam, di Sabang.
Pernyataan itu disampaikan Zulkifli Adam usai melakukan penanaman secara simbolis pengembangan padi gogo di kawasan Jurong Cot Mancang, Gampong Cot Ba’u Kecamatan Sukajaya, Sabang. Pada lokasi awal ini ditanami seluas 5.000 meter persegi.
Dirinya mengatakan, padi gogo menjadi salah satu pilihan yang relevan untuk dikembangkan di Kota Sabang, karena daerah tersebut sangat keterbatasan lahan persawahan.
“Karena kita tidak memiliki sawah, maka tanah-tanah kosong yang ada perlu dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, baik padi gogo, jagung maupun tanaman pangan lainnya,” ujarnya.
Dirinya menegaskan, pemerintah terus mendorong pemanfaatan lahan-lahan yang belum produktif agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan pertanian.
Ia juga mengajak para petani untuk terus optimis serta mengikuti arahan penyuluh pertanian, terutama terkait teknis budidaya dan waktu tanam, sehingga proses penanaman dapat berjalan dengan baik.
“Petani harus optimistis dan tidak mudah menyerah. Yang paling penting, ikuti apa yang disampaikan oleh penyuluh,” kata Zulkifli.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Widya mengatakan, penanaman di Cot Mancang menjadi lokasi perdana padi gogo tahun ini. Penanaman bakal dilanjutkan secara bertahap di sejumlah lokasi lainnya, yakni Jaboi, Batee Shoek, Paya dan Balohan.
“Untuk tahun ini, usulan calon petani dan calon lokasi (CPCL) kita sekitar 40 hektare, yang akan dikembangkan di Kecamatan Sukajaya, Sukakarya dan Sukamakmu,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah bakal melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap petani gogo melalui penyuluh di wilayah masing-masing.
Terkait benih, petani diminta tak perlu khawatir, karena bakal mendapat dukungan dari bantuan APBN. Secara keseluruhan, penanaman padi gogo ditargetkan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026.
“Nanti kita juga akan mendukung bantuan pupuk, kemudian bantuan obat-obatan seperti insektisida, fungisida dan herbisida,” demikian Widya.
