Banda Aceh|BidikIndonesia.com– Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi kembali mengadakan kegiatan peningkatan Sumber Daya Manusia aparatur dalam penanganan pasca bencana, dengan mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Psikososial Bagi Masyarakat Korban Bencana Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan di Hotel Kriyad Muraya, Tanggal 02-05 November 2025.
Kegiatan Bimbingan Teknis Psikososial Bagi Masyarakat Korban Bencana Tahun Anggaran 2025 ini dibuka langsung oleh Plh. Kepala Pelaksana BPBA, Bapak Abd Aziz, SH, M.Si. Turut hadir juga unsur pengarah BPBA Ferry Suferilla, S.T.
Plh. Kepala Pelaksana BPBA, Abd Aziz, SH, M.Si dalam sambutannya aceh merupakan daerah yang rawan bencana karena letaknya di jalur ring of fire yang menyebabkan gempa bumi, tsunami, banjir, angin puting beliung dan lain-lain. Bencana tersebut memiliki dampak yang signifikan seperti trauma kecemasan, depresi dan perubahan struktur sosial masyarakat pasca bencana. Sehingga kegiatan ini merupakan salah satu pemberian bantuan untuk meringankan beban psikologis para penyintas akibat trauma yang timbul pascabencana.
“Bimtek ini bertujuan agar kita paham bagaimana penanganan dalam segi psikologis bagi korban terdampak bencana” sebut Abd Aziz, SH, M.Si
Plh. Kepala Pelaksana BPBA juga menambahkan beliau menyampaikan kegiatan ini dikhususkan bagi petugas-petugas psikososial dan stakeholder yang ada di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Bintek ini digelar dalam rangka membina dan melatih petugas-petugas psikososial dan trauma healing dalam memahami teknik dukungan psikosial bagi masyarakat korban bencana.
“Peserta diajarkan cara memulihkan psikologis dampak trauma paska bencana agar setelah peristiwa terjadi kembali kuat, berfungsi optimal dan memiliki ketangguhan menghadapi masalah sehingga kembali produktif dan berdaya guna” ujar Abd Aziz, SH, M.Si
Sementara itu ketua Panitia Kegiatan yang juga Analis Kebencanaan Ahli Muda Subkor Rehabilitasi dan Rekontruksi, Mukhsin Syafii, ST, MT dalam laporannya mengatakan Bimbingan Teknis Psikososial Bagi Masyarakat Korban Bencana Tahun Anggaran 2025 ini dilaksanakan selama 3 hari penuh, dengan total selama 14 jam full.
“Peserta berjumlah 32 orang perwakilan dari BPBA, RAPI, Dompet Dhuafa Aceh, Rumah Yatim, Rumah Zakat, PKPU, Gerakan Infaq Beras Aceh, PMI, KNPI, Tagana Aceh dan PPNI. Sedangkan, narasumber berasal dari tim trainer Asosiasi Psikologi Islam (API) dan Tim BPBA. ” ujar Mukhsin Syafii, ST, MT
Mukhsin Syafii, ST, MT menambahkan bencana alam selain mengakibatkan kerusakan secara fisik dapat juga mempengaruhi kondisi psikis korban. Dalam hal ini pemerintah wajib memberikan perlindungan khusus bagi korban bencana, berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menjadi landasan hukum utama untuk semua upaya penanggulangan bencana di Indonesia. Undang-undang ini mengatur seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan, mitigasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi, serta menetapkan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah serta peran masyarakat. Untuk mewujudkan tim penanggulangan yang tangguh dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, Disinilah konsep Pentahelix yaitu konsep kolaborasi lima elemen utama dalam pembangunan, yaitu Pemerintah (Government), Akademisi (Academician), Bisnis (Business), Komunitas (Community), dan Media (Media), yang disingkat menjadi ABCGM.
“Dukungan kepada korban bencana tidak hanya bantuan secara fisik saja tetapi dukungan psikologis juga sangat diperlukan. Kita juga berharapkan kepada peserta mempunyai komitmen penuh untuk mengaplikasikan semua pelajaran yang didapat dalam bimtek ini ketika berada dilapangan nanti” sebut Mukhsin Syafii, ST, MT
Bimtek ini mengajarkan materi Bencana dan Dampaknya, Psikososial dan PFA, Self-Care Bagi Relawan, Team Building dan Problem Solving serta SEFT. Materi disampaikan oleh Analis Kebencanaan Ahli Muda Subkor Rehabilitasi dan Rekontruksi, Mukhsin Syafii, ST, MT kemudian dilanjutkan secara bergantian disampaikan oleh pemateri dari Asosiasi Psikologi Islam (API) yaitu Prof. Dr. Safrilsyah, M.Si, Vera Nova, S.Pi, M.Psi, Psikolog, Karjuniwati, S.Psi, M.Psi, Psikolog, Iyulen Pebry Zuanny, S.Psi, M.Psi, Psikolog, dan Cut Rizka Aliana, S.Psi, M.Si. Bimtek yang dilaksanakan selama 3 hari penuh ini juga dilaksanakan tidak hanya di hotel (indoor) tapi juga dilakukan outdoor (outbond) di Pantai Riting 2 Kecamatan leupung, Aceh besar.
