Peringati HUT RI ke-80, KPA Sagoe 131 Peureulak Gelar Syukuran dan Santuni 80 Anak Yatim

KPA Sagoe 131 Wilayah Peureulak menggelar acara syukuran dan santunan anak yatim dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI Di Gampong Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, pada Minggu (17/8/2025). Foto: Dok KPA 131 Peureulak.

ACEH TIMUR | bidikindonesia.com – Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe 131 Wilayah Peureulak menggelar acara syukuran dan santunan anak yatim dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Gampong Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, pada Minggu (17/8/2025) pukul 11.00 WIB.

Acara yang untuk pertama kalinya diselenggarakan DPW PA/KPA Aceh Timur itu turut dihadiri para eks kombatan, tokoh masyarakat, serta aparat TNI-Polri. Ratusan warga terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh keakraban.

“Alhamdulillah ini yang pertama kami DPW PA/KPA Aceh Timur gelar kenduri HUT RI ke-80, dan berjalan lancar. Jika Allah beri umur panjang, insya Allah tahun depan kita lanjutkan kembali,” ujar Majelis Tinggi Sagoe 131 Sungai Raya, Ishak Ismail, kepada awak media. Ia didampingi mantan Anggota DPRA, Geuchik Joy.

Tampak hadir Ketua KPA Wilayah Peureulak Hamdani atau yang akrab disapa Wak Dan, Panglima Age (Muntasir), Adi Maros, Jainuddin selaku Panglima Sagoe 131 Sungai Raya, serta anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi Partai Aceh, Said Reza Azmi.

Bacaan Lainnya

Menurut informasi, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, juga dijadwalkan hadir. Namun karena padatnya agenda usai memimpin upacara bendera 17 Agustus di pusat pemerintahan Aceh Timur, bupati berhalangan hadir.

Dalam kesempatan tersebut, KPA Sagoe 131 menyalurkan santunan kepada sekitar 80 anak yatim piatu dari desa setempat. Jumlah itu dianggap selaras dengan momentum peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, ada sekitar 80 anak yatim piatu dari desa ini yang kami santuni, bertepatan dengan usia 80 tahun kemerdekaan RI,” ungkap Ishak Ismail.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, makan kenduri, serta bincang santai yang mempererat silaturahmi antar sesama peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *