Aceh Utara|BidikIndonesia.com – Camat Langkahan, Aceh Utara, T Reza Ichwan, menyatakan pentingnya peran ulama sebagai penjaga akidah sekaligus penggerak moral masyarakat. Hal itu disampaikan di sela-sela pembukaan Muzakarah Ulama ke-2 yang dibuka langsung oleh Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, Wahyuddin.
“Kegiatan ini sebagai wadah memperkuat sinergi antara ulama dan umara, sehingga menjawab berbagai tantangan sosial-keagamaan di era modern,” kata Reza.
Forum ini menghadirkan empat narasumber utama yakni Ketua MPU Aceh Utara Tgk Abdul Manan (Abu Manan Blangjruen), Tgk M. Jafar Sulaiman (Abi Jafar Lueng Angen), Tgk Muhammad Amin Daud (Ayah Cot Trueng), dan Tgk Fauzari Bayu (Pimpinan Dayah Babul Huda Simpang Ulim).
“Sinergi antara ulama dan umara sangat krusial dalam menghadapi degradasi moral, kemajuan teknologi, serta persoalan sosial yang semakin kompleks,” ujarnya.
Reza berharap forum tersebut mampu melahirkan gagasan keagamaan yang solutif, moderat, dan membangun. Pemerintah kecamatan dan gampong siap mendukung hasil rekomendasi muzakarah demi kemaslahatan umat dan kemajuan daerah.
Sementara itu Sekretaris MPU Aceh Utara, Wahyuddin mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai sangat penting untuk menyatukan pemikiran ulama dalam merespons dinamika kehidupan masyarakat Aceh Utara.
Ia menekankan ulama adalah mitra utama pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius dan bermartabat. Menurutnya ulama merupakan pewaris nabi, penuntun umat, dan penjaga nilai agama.
“Pemerintah sangat membutuhkan masukan dari para ulama dalam merumuskan kebijakan, khususnya di bidang pendidikan, kehidupan beragama, dan pembinaan generasi muda,” kata Wahyuddin mewakili bupati.
Bupati Aceh Utara dalam pesannya turut menyoroti pentingnya konsistensi dalam menerapkan visi Aceh Utara Bangkit, terutama dalam penguatan ajaran Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja) dan pelaksanaan syariat Islam secara kaffah.
Ia berharap hasil-hasil muzakarah dapat menjadi panduan dalam menyikapi persoalan sosial dan keagamaan di Bumi Malikussaleh.
“Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, ilmu yang bermanfaat, dan menjadikan kita hamba-Nya yang istiqamah,” ucap Wahyuddin.
Sementara ketua panitia Keuchik Abdullah Husein dari Gampong Bantayan mengatakan kegiatan ini merupakan muzakarah kedua yang digelar di kecamatan. Pihaknya berterima kasih atas partisipasi seluruh keuchik dalam Kecamatan Langkahan serta akan mengevaluasi setiap tahun untuk mengetahui kendala apa saja dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Acara ini dirancang untuk membahas persoalan umat secara mendalam dengan pendekatan hikmah dan kebijaksanaan yang bersumber dari nilai-nilai Islam. Diharapkan, rekomendasi yang dihasilkan dapat memperkuat kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Aceh Utara yang diridhai Allah SWT,” imbuhnya.***
