BANDA ACEH, BidikIndonesia.com Mantan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Gayo Lues, Muhammad Noh, akhirnya buka suara terkait surat pengunduran diri dari jabatannya sejak Jumat, 16 Februari 2024. Ternyata benar, alasan Noh mengundurkan diri karena adanya tekanan dari lingkaran Pj Bupati Gayo Lues Alhudri.
Di dalam surat pengunduran diri Noh yang ia tandatangani dan dibubuhi materai Rp10 ribu, mantan Inspektur Inspektorat Gayo Lues tersebut, memang berterima kasih kepada Pj Bupati Gayo Lues atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Noh juga memohon maaf atas ketidaksempurnaan dirinya dalam menjalankan tugas.
Namun, saat KBA mewawancarai Noh pada Minggu, 18 Februari 2024, Noh membeberkan alasan sebenarnya. “Saya mundur untuk memberikan pemahaman kepada Alhudri bahwa menjadi pemimpin itu jangan arogan dan sukanya bikin gaduh saja,” ungkapnya.
Alasan Noh mengungkapkan hal tersebut karena Alhudri kerap menyebut-nyebut soal mutasi di depan para bawahan. “Sehingga orang-orang nggak nyaman lagi bekerja,” ujarnya.
Pengunduran diri Noh ditengarai menimbulkan keresahan baru di lingkungan Satuan Kerja Pemerintah Kabupaten (SKPK). “Banyak yang tertekan dan tidak nyaman. Menurut informasi, bakal ada lagi Kepala SKPK yang akan mundur menyusul Muhammad Noh,” ungkap sumber KBA di Blangkejeren, Jumat.
Namun, kata Noh, tidak semua Kepala SKPK berani mundur lantaran tersandera dengan masalah-masalah lama. “Ada beberapa kepala dinas mau mundur, tapi takut dilaporkan ke aparat penegak hukum oleh Hudri,” ujar Noh.
Noh bahkan pernah diperiksa oleh Inspektorat. Tapi, dia paham soal tata cara pemeriksaan sehingga “orang-orang” Alhudri urung memeriksanya.
Noh merasa tidak ada cacat dalam kinerjanya selama ini, makanya ia berani mengundurkan diri. “Insya Allah kita pejabat yang bersih, Bang. Tidak pernah ada temuan Inspektorat atau BPK selama kita memimpin. Bahkan kita mendapatkan apresiasi dari KPK saat dua kali menjabat sebagai Inspektur.”
Bahkan, menurut Noh, saat menjadi Inspektur Gayo Lues, ia berani mengharamkan gratifikasi atau suap dalam bentuk apapun. “Kita tidak tolerir,” ujar Noh.
Siapa Noh?
Dari informasi yang dikumpulkan KBA, sosok “pemberani” Muhammad Noh melawan tekanan, ternyata ia seorang pejabat berlatar belakang guru. Noh adalah alumni FKIP Matematika Unsyiah tahun 1994.
Dari rekam jejaknya, Noh merupakan sosok berprestasi ketika menempuh pendidikan. Sejak di SD hingga SMA, dia selalu menyandang juara. Ia juga tercatat sebagai lulusan terbaik FKIP Matematika Unsyiah tahun 1994.
Sesuai pendidikannnya, Noh memulai karier sebagai guru. Setelah jadi guru, Noh juga bekerja dengan baik. Dia menjadi guru Matematika terbaik di Aceh tahun 1999.
Setelah itu, kariernya terus menanjak hingga ia dipercaya menjadi kepala SMP Negeri 1 Kuta Panjang, kemudian kepala SMA Negeri 1 Blangkejeren. Sampai di situ kariernya sebagai guru berakhir. Selanjutnya, Noh pindah ke birokrasi.
Masih di jajaran pendidikan, Noh sempat dipercayakan menduduki dua jabatan penting, yaitu Kepala Bidang Bina Program dan Sekertaris Dinas Pendidikan Gayo Lues. Setelah dari sana, dia pindah ke Setdakab menjadi Kabag Umum.
Karier Noh terus moncer. Dia naik ke eselon II dan dilantik menjadi Inspektur pada Inspektorat Gayo Lues. Dari sana, ia juga pernah menjabat Kadis Pendidikan, staf ahli bupati, Asisten 2 Setdakab, Asisten 1 Setdakab, dan kembali menjabat Inspektur. Baru kemudian tahun 2022 ia diangkat menjadi kepala Badan Kesbgpol Gayo Lues dan mengundurkan diri pada Jumat 16 Februari 2024.
Selain pendidikan formal dalam bidangnya, Noh pernah mengikuti Diklat Kepemimpinan di luar negeri selama 2 bulan pada 2003 dan 2004.
Noh juga pernah mengikuti Diklat selama satu bulan di UM Kuala lumpur, Diklat di UUM Kedah Malaysia dan Diklat kepemimpinan satu bulan di Bandung pada 2005. “Dia itu (Muhammad Noh) salah satu putra terbaik Gayo Lues,” kata salah seorang koleganya kepada KBA.
Kontroversi Alhudri
Pj Bupati Gayo Lues, Alhudri, dilantik oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pada Jumat 24 Maret 2023. Dia menggantikan Pj Bupati Gayo Lues sebelumnya, Rasyidin Porang.
Awalnya, nama Alhudri tidak pernah masuk dalam list tiga calon Pj Bupati yang diusulkan DPRK Gayo Lues. Dewan hanya mengusulkan tiga nama ke Pj Gubernur Aceh yakni Muhammad Ridwan (Sekda Aceh Tenggara), Sunawardi (Kadis Pertanahan Aceh), dan Aliman (Kadis Peternakan Aceh). Belakang, nama Hudri baru muncul, diduga masuk langsung melalui Pj Gubernur.
Sejak dilantik, Alhudri yang juga masih berstatus sebagai Kadis Pendidikan Aceh, sudah empat kali menggeser posisi kepala dinas yang dianggap bukan “orang” dia. Bahkan, Alhudri juga dihebohkan pernah “memaksa” mundur Direktur PDAM dan menggantikan dengan seorang kroninya asal Aceh Tengah. Sebelum itu, Marjoni, Kepala SMA Negeri Seribu Bukit, juga melayangkan surat pengunduran diri dari jabatannya pada 28 September 2023. Diduga kuat, Marjoni juga mendapat tekanan dan disuruh membuat surat mundur.
Alhudri beberapa kali tak merespon konfirmasi yang dikirim KBA.ONE kepadanya via Whatsapp. Tapi sebelumnya, ia kerap membantah semua tudingan negatif tersebut. “(Itu semua) tdk betul!” bantah Alhudri via Whatsapp.
Muhammad Nur, Staf Khusus Pj Bupati Gayo Lues Alhudri, mengaku belum mengetahui informasi pengunduran diri Kaban Kesbangpol Gayo Lues Muhammad Noh. “Allah, nanti saya cek dulu bang ya,” jawab mantan Direktur Walhi Aceh tersebut kepada KBA.ONE, Jumat 16 Februari 2024 via Whatsapp.[KBA]
