MAA: Perkembangan teknologi jadi tantangan lestarikan adat dan budaya

Banda Aceh|BidikIndonesia.com– Ketua Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Besar Anwar Ahmad menyatakan perkembangan teknologi dan era digital menjadi tantangan besar dalam melestarikan adat dan budaya.

“Kita harus bekerja sama dan berkolaborasi untuk memastikan adat dan budaya Aceh tetap terjaga di tengah perkembangan zaman,” kata Anwar Ahmad di Aceh Besar.

Ia menjelaskan untuk melestarikan adat dan budaya Aceh di tengah perkembangan teknologi yang berkembang begitu pesat, maka perlu adanya peran serta dari semua pihak termasuk di dalamnya keluarga.

Menurut dia, dalam melestarikan adat dan budaya, MAA membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat sehingga norma-norma yang telah mengakar dan berjalan secara turun temurun tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

“Kami juga akan terus memperkuat lembaga-lembaga adat hingga ke gampong-gampong agar Aceh Besar menjadi pelopor dalam mengembalikan peradaban,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Bupati Aceh Besar Muharram Idris mengajak semua komponen di daerah setempat untuk memperkuat Majelis Adat Aceh (MAA) yang merupakan salah satu organisasi yang hadir dari kekhususan dan keistimewaan bagi provinsi itu.

Menurut dia, Aceh Besar memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam dan kebudayaan Aceh. Karena itu, warisan leluhur berupa adat, budaya dan bahasa harus dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

“Adat dan hukum Islam di Aceh pada dasarnya saling mendukung. Adat tidak boleh bertentangan dengan syariat. Seperti ungkapan orang Aceh, adat bak po teumeureuhom, hukum bak Syiah Kuala,” katanya.

Karena itu Muharram juga mendorong MAA Aceh Besar bersama pemerintah dan seluruh unsur masyarakat untuk memperkuat kembali adat yang sejalan dengan syariat Islam, termasuk dalam tata cara kehidupan sosial masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *