Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Kelompok perempuan lanjut usia berjumlah lima orang dari Kemukiman Lamlhom, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar mendapat bantuan usaha peternakan ayam kampung yang menjadi bagian agar mereka tetap produktif.
Ketua Kelompok Lampoh Keude, Mursyidah di Lhoknga, Senin, mengatakan kegiatan tersebut memberikan semangat baru bagi dirinya dan anggota kelompok lainnya. Karena mereka tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga pengetahuan dan pendampingan yang membantu kelompok memahami cara mengelola usaha.
“Sekarang kami punya kegiatan bersama. Tidak hanya di rumah, tetapi bisa berkumpul dan mengurus usaha bersama. Kami juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari usaha ini. Kami bersyukur mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan peternakan ayam kampung bersama,” kata Mursyidah.
General Affairs & Community Relation Manager Solusi Bangun Andalas, Tafaul Rijal mengatakan program Lawang Lamlhom tidak dirancang sekadar memberikan bantuan, tetapi membangun kemampuan kelompok agar dapat menjalankan usaha secara mandiri.
“Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat peran perempuan lanjut usia agar tetap aktif dan berdaya di tengah masyarakat,” katanya.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari potensi yang sudah dimiliki warga. Dengan dukungan fasilitas, peningkatan kapasitas, dan pendampingan yang tepat, potensi tersebut dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi keluarga dan komunitas.
Menurut dia, perempuan lanjut usia tetap memiliki potensi dan pengalaman yang dapat dikembangkan. Melalui Lawang Lamlhom memberikan ruang agar mereka tetap aktif, produktif, dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Karena itu, dukungan yang kami berikan tidak berhenti pada fasilitas, tetapi juga mencakup pendampingan agar usaha dapat terus berjalan.
Untuk membangun usaha peternakan yang lebih terarah, Solusi Bangun Andalas memberikan dukungan mulai dari pembangunan kandang ayam dan perlengkapan dasar peternakan, hingga penguatan aspek administrasi dan legalitas usaha seperti pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).
Tidak hanya dukungan sarana, kelompok juga mendapatkan pelatihan pembukuan usaha sederhana. Pembekalan tersebut ditujukan agar anggota mampu mencatat pemasukan dan pengeluaran, mengelola keuangan kelompok, serta mengetahui perkembangan usaha secara lebih tertib dan transparan.
Ia menambahkan, dengan pendekatan tersebut, Lawang Lamlhomdiarahkan tidak hanya menjadi kegiatan pemberdayaan, tetapi berkembang menjadi usaha kelompok yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Ia mengatakan upaya pemberdayaan tersebut mendapat pengakuan melalui penghargaan Bakti Perempuan Bagi Perusahaan, Komunitas & Negeri (Perempuan Berbakti) 2026 yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD) di Jakarta.
“Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kontribusi program Lawang Lamlhom dalam membuka ruang produktivitas dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan lanjut usia di sekitar wilayah operasional Perusahaan,” katanya.
Menurut dia, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat bukan hanya diukur dari bantuan yang tersalurkan, melainkan dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan kegiatan secara mandiri.
“Kami berharap kelompok ini semakin mampu mengelola usahanya sendiri, baik dari sisi teknis peternakan maupun pengelolaan keuangan. Kami ingin dukungan yang diberikan dapat menjadi modal awal bagi kelompok untuk tumbuh dan menciptakan manfaat yang lebih luas,” katanya.

