UIN Ar-Raniry gemakan zikir dan doa bersama syukuri Milad ke-63

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggemakan zikir dan doa bersama di Masjid Fathun Qarib dalam rangka mensyukuri milad ke-63 perguruan tinggi tersebut.

“Zikir dan doa bersama menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan UIN Ar-Raniry yang telah melewati berbagai fase selama 63 tahun,” kata Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Mujiburrahman di Banda Aceh.

Zikir dan doa bersama yang diikuti pimpinan, anggota senat, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta sivitas akademika lainnya, dipimpin Ustaz H Jamhuri Ramli SQ dan Mudir Ma’had Jamiah UIN Ar-Raniry, Muhajirul Fadhli.

“63 tahun bukanlah waktu yang singkat. Kampus yang kita cintai ini telah berdiri kokoh melewati berbagai tantangan zaman dan bertransformasi dengan melahirkan puluhan ribu alumni, ribuan pemikir, ulama, birokrat, dan cendekiawan muslim,” kata Mujiburrahman dalam sambutannya.

Menurut Mujiburrahman, keberlangsungan UIN Ar-Raniry tidak terlepas dari dedikasi para pendiri dan pimpinan sejak awal berdirinya institusi tersebut.

Bacaan Lainnya

Karena itu, kata Mujiburrahman, zikir dan doa bersama yang digelar setiap 5 Oktober juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu UIN Ar-Raniry.

“Kita bersama-sama melakukan zikir dan berdoa kepada Allah SWT untuk mengenang jasa para pendahulu UIN Ar-Raniry. Semoga para almarhum pimpinan kita dilimpahkan pahala jariah oleh Allah SWT sebagai pendahulu dari lembaga ini,” ujarnya.

Mujiburrahman juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga dan mengembangkan UIN Ar-Raniry agar terus bertahan dan berkembang pada masa mendatang.

Ia mengatakan keberlanjutan kampus membutuhkan dedikasi dan kerja bersama seluruh sivitas akademika.

“Saya mengajak kita bersama-sama bahu-membahu untuk mengelola, menjaga, merawat, dan memajukan UIN Ar-Raniry Banda Aceh sehingga pada waktunya nanti jasa dan pengabdian kita juga dikenal oleh generasi penerus,” katanya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rektor IAIN Ar-Raniry periode 2005–2009, Prof Yusny Saby juga menyampaikan kilas balik perjalanan UIN Ar-Raniry.

Ia mengingatkan pentingnya mengenal sejarah almamater, termasuk momentum 2 September 1959 dan 2 September 1960 yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan pendidikan tinggi di Aceh.

Menurutnya, perjalanan UIN Ar-Raniry perlu terus dijaga dan dikembangkan agar dapat memberi kontribusi bagi generasi mendatang.

“Deklarasi pernyataan resmi tumbuhnya, hidupnya, disemainya pendidikan tinggi di Aceh 2 September 1959,” ujarnya.

Selain zikir dan doa bersama, rangkaian milad ke-63 UIN Ar-Raniry akan diisi sejumlah kegiatan hingga November 2026.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *