Lolos pada Pemilu 2024 Irsalil Siddiq Jadi Caleg DPRK Pijay Termuda

MEUREUDU, BidikIndonesia.com Irsalil Siddiq, sosok pemuda yang mungkin tak asing lagi dalam dunia perpolitikan di Kabupaten Pidie Jaya. Ditambah lagi, ia adalah anak dari Almarhum Fakhruzzaman Hasballah, mantan Ketua DPD PAN Pidie Jaya dan wakil ketua DPRK setempat periode 2014-2019.

Perjalanan politik Ican, nama panggilan dari Irsalil, dimulai dari tahun 2024 saat dirinya mengambil sikap untuk bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Tidak menunggu lama, pada Pemilu kali ini ia mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRK Pidie Jaya dari daerah pilih 2.

Laki-laki kelahiran Samalanga 8 Maret 2001 tersebut, juga digadang-gadang menjadi anggota dewan termuda yang duduk di bangku Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya untuk periode 2024-2029.

Bacaan Lainnya

Kepada KBA.ONE, Irsalil Siddiq mengaku ketertarikanya dalam dunia politik bukan datang saat musim pemilu tahun 2024. Namun sejak duduk di bangku sekolah yang kala itu ayahnya menjabat sebagai Anggota DPRK Pidie Jaya.

Di bangku sekolah, ia mengatakan aktif dalam berbagai organisasi dan saat MAN Irsal Siddiq pernah menjabat sebagai ketua Organisasi Siswa Instra Madrasah (OSIM).

Sebelumnya, Ican sekolah di MIN 24 Bireuen, Kabupaten Pidie. Kemudian MTsN 1 Bandar Dua, MAN 3 Pidie Jaya, setelah itu melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Jurusan Manajemen Pendidikan Islam.

“Waktu kecil sering diajak (ayah) keliling dan berbaur langsung dengan masyarakat di wilayah pemilihan Bandar Dua dan Jangka Buya, untuk diajarkan melihat dan merasakan secara langsung setiap denyut nadi masyarakat,” ungkap Ican, Selasa 5 Maret 2024, di kediamannya Lueng Teungoh, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya.

Sejak itulah, kata Ican, ia tertarik masuk dalam dunia politik. Lalu dorongan kuat untuk masuk dunia politik juga semakin tumbuh dalam hatinya saat melihat dan mendengar langsung setiap keinginan masyarakat.

Lanjutnya, terlebih dengan background orang tuanya yang menjadi politisi sejak 2009 sampai meninggal tahun 2023. menurutnya harus ada estafet perjuangan demi masyarakat dapil dua dan Pidie Jaya.

Di samping itu, Ican juga melihat dalam kehidupan orang tuanya memiliki dua profil yaitu sebegai pengusaha serta memimpin organisasi kemanusiaan dan politikus.

“Saya melihat ada kelanjutan atau estafet yang diberikan orang tua saya kepada saya untuk tongkat estafet politik. Nah, saya tertarik dan merasa ada dorongan untuk saya terjun ke masyarakat,” katanya.

Terinspirasi dari orang tuanya, karena itu ia mengungkapkan siap melayani dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Bandar Dua dan Jangka Buya. Karena itu, Ican ingin berada di komisi yang membidangi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan bisa bergerak lebih banyak lagi. “Sesuai dengan background pendidikan saya,” ucap dia.[KBA]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *