Sigli|BidikIndonesia.com– Sosok pria bernama Abubakar Saleh sudah terbilang tua ini tapi sangat energik dan bersemangat dalam menempuhi hidup sehari- hari.
Betapa tidak kehidupan yang dijalaninya saat ini sangat memprihatinkan, terlebih baru sekitar lima bulan lalu ia menjadi duda lantaran istrinya meninggal sebab suatu penyakit menderanya.Abubakar Saleh (78),adalah warga asli gampong Lampoh Krueng Sigli, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, saat ini tetap berkumpul dengan anak dan cucunya. Ia menjadi tulang punggung utama dalam mencari nafkah keluarga sangat miskin itu. Seharusnya, di usia renta itu, Abubakar sudah waktunya istirahat.
Abubakar Saleh sehari-hari bekerja hanya sebagai pengemudi becak mesin diwilayah Kota Sigli. Pekerjaan ini sudah 40 tahun lebih dijalaninya.
Ironisnya becak mesin yang sudah sangat tua dan berkarat itu sering mogok, dan harus didorong karena kondisi becak mesin tak layak lagi untuk menarik sewa dan mendapatkan upah untuk membeli beras serta kebutuhan dasar rumah tangga.
Ini sebuah potret paling miris dalam kehidupan manusia di wilayah Kota Sigli.
Menurut data yang ada, Abubakar Saleh dan keluarganya tercatat, keluarga sangat miskin terkadang ia harus makan nasi tanpa lauk.
” Lon asai kana bu, adak ngen kecap ungkot masen jet sit, tapi aneuk ngen cuco hana mungkin, tuturnya lirih dan fasih dalam bahasa Aceh.
” Harapan saya, semoga Bapak Gubernur Mualem, terutama Bupati Pidie, Abu Sarjani juga Wakil Bupati AlZaizi memperhatikan becak mesin baru satu unit untuk saya,” harapnya, sembari menyeka airmata.
“Hanya Allah SWT yang mampu membalas kebaikan dan ketulusan membantu saya,” pungkasnya terbata bata (Hsb)
