Banda Aceh |BidikIndonesia.com – Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Iskandar Mahmud, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar kepada Kombes Pol Andi Kirana, SIK, MH yang akan resmi menjabat sebagai Kapolresta Banda Aceh.
Pergantian pucuk pimpinan di tubuh Polresta Banda Aceh tersebut dijadwalkan melalui serah terima jabatan (sertijab) yang akan digelar di Mapolda Aceh pada Senin pagi (5/1/2026).
Kombes Pol Andi Kirana sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Aceh. Ia dipercaya mengemban amanah baru untuk memimpin Polresta Banda Aceh, menggantikan Kombes Pol Joko Heri Purwono yang mendapatkan promosi jabatan sebagai Direktur Samapta Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Iskandar Mahmud yang juga merupakan politisi Partai Golkar menilai pergantian kepemimpinan ini sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran dan peningkatan kinerja.
Sebagai mitra kerja Polresta Banda Aceh di DPRK, Komisi I menaruh perhatian besar terhadap kesinambungan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik.
“Atas nama DPRK Banda Aceh, khususnya Komisi I, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kombes Pol Joko Heri Purwono atas dedikasi, pengabdian, serta kerja sama yang sangat baik selama bertugas di Banda Aceh.
Banyak langkah positif yang telah dilakukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Iskandar, Minggu (4/1/2026).
Menurut Iskandar, selama kepemimpinan Kombes Joko Heri, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Banda Aceh relatif kondusif. Sinergi antara Polresta, pemerintah kota, dan DPRK dinilai berjalan harmonis dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
Sementara itu, Iskandar juga menyambut dengan penuh optimisme kehadiran Kombes Pol Andi Kirana sebagai Kapolresta Banda Aceh yang baru.
Ia menilai latar belakang dan pengalaman Kombes Andi di bidang lalu lintas akan menjadi modal penting dalam menjawab tantangan perkotaan, terutama terkait disiplin berlalu lintas, keselamatan jalan, serta penataan ketertiban umum di ibu kota provinsi.
“Pengalaman beliau di bidang lalu lintas tentu sangat relevan dengan kondisi Banda Aceh sebagai kota jasa dan pusat aktivitas pemerintahan. Kami berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa terobosan-terobosan positif, termasuk dalam penguatan pelayanan kepolisian yang profesional dan modern,” katanya.
Iskandar juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam penegakan hukum. Menurutnya, polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga pelayan dan pengayom masyarakat.
Karena itu, komunikasi yang terbuka serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan perlu terus ditingkatkan.
“Kami berharap sinergi antara Polresta Banda Aceh dan DPRK semakin kuat ke depan, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung agenda pembangunan kota, serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” tambahnya.
Dengan adanya pergantian pimpinan ini, Iskandar optimistis Polresta Banda Aceh akan semakin responsif terhadap dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia berharap semangat baru di bawah kepemimpinan Kombes Pol Andi Kirana mampu memperkuat profesionalisme aparat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menjadikan Polresta Banda Aceh sebagai institusi yang semakin dekat serta dicintai masyarakat.
“Pergantian kepemimpinan ini kami harapkan menjadi momentum untuk menghadirkan wajah Polri yang semakin humanis, transparan, dan berintegritas,” pungkas Iskandar.(**)
